2024 Dilanda Banjir, Kini Tergenang Setiap Hujan
KOTA - Jasa konsultasi kajian drainase Taman Bahari Mojopahit (TBM) di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, menghabiskan dana Rp 100 juta. Akan tetapi, nyatanya kompleks proyek strategis tersebut rawan banjir dan tergenang setiap habis hujan.
Genangan yang muncul setidaknya terlihat di area taman dan gazebo sisi timur Jalan Blooto-Pulorejo. Saat hujan deras, pelataran pavingnya terendam karena airnya tak mengalir. Di sejumlah titik, genangan bertahan hingga beberapa jam setelah hujan. Selain faktor permukaan yang tak rata, ditengarai tak terdapat saluran pembuangan sehingga air sukar surut.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan bagi Pembina Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto Rif’an Hanum. Menurutnya kompleks sekelas TBM yang termasuk proyek strategis nasional (PSN) semestinya terhindar dari persoalan genangan hujan.
’’Sistem saluran air dan sebagainya harusnya didesain secara matang sehingga tidak ada yang namanya genangan air apalagi sampai banjir,’’ tuturnya, kemarin (1/6).
Rif’an menyatakan, sistem drainase semestinya menjadi bagian penting dalam perencanaan proyek yang menghabiskan dana puluhan miliar rupiah tersebut. Apalagi penggarap proyek juga dibantu konsultan.
Alhasil pembiayaan konsultan tersebut terbilang muspro. ’’Pasti ada konsultannya dan dihitung secara matang. Nah, kalau muncul genangan seperti ini bagaimana kerjanya?’’ lontar dia.
Merujuk laman LPSE Kota Mojokerto, paket jasa konsultasi kajian drainase proyek TBM dikerjakan Disporapar Kota Mojokerto pada Desember 2023 dengan pagu anggaran Rp 100 juta yang bersumber dari P-APBD. Paket pekerjaan pengadaan langsung alias nontender itu dimenangkan CV Ghani Utama asal Gresik dengan harga negosiasi Rp 99.078.600.
Selain soal penyediaan sistem drainase, status TBM yang berada di kawasan rawan bencana banjir dan diapit dua aliran sungai sudah terlebih dahulu menuai sorotan. Saat musim hujan akhir tahun lalu, kompleks bakal wisata di sekitar Jembatan Rejoto ini terendam banjir.
Biaya konsultasi penyusunan amdal dalam pembangunan TBM menghabiskan dana Rp 200.577.000 dari APBD 2023.
Jasa itu digarap CV Multi Lisensi yang beralamat di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. ’’Pertanyaannya kalau rawan banjir kok amdalnya bisa keluar, apalagi dengan anggaran Rp 200 juta lebih untuk jasa konsultasinya,’’ tandas Rif’an.
Plt Kepala Disporapar Kota Mojokerto Muraji belum memberi jawaban saat ditanya mengenai kajian risiko bencana di TBM. Terakhir, Kepala DPUPR Perakim itu menyatakan masih berkoordinasi dengan stafnya. ’’Saya koordinasikan dengan staf saya nggih,’’ ucapnya, Rabu (21/5).
Seperti diketahui, proyek TBM bergulir sejak 2023 sampai sekarang dan menyedot dana sedikitnya Rp 27,7 miliar dari DAK dan APBD.
Dengan rincian Rp 15,7 miliar untuk tahap pertama dan Rp 12 miliar di tahap berikutnya. Pembangunan meliputi gedung, menara pandang, gazebo, stan kuliner, area parkir, lanskap, kios, hingga pengadaan 15 perahu untuk wisata susur Sungai Ngotok.
Dana itu di luar pembangunan pujasera berbentuk kapal Majapahit dengan dana Rp 2,5 miliar dan pembangunan Jalan Ir. Soekarno yang menguras duit Rp 5,26 miliar. Keduanya sama-sama menggunakan APBD 2023. Kejari Kota Mojokerto saat ini menyidik dugaan korupsi dalam proyek kapal lantaran pengerjaannya tak sesuai spesifikasi. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi