Realisasi Pengerjaan Lampaui Target
KABUPATEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto terus menggeber percepatan pembangunan daerah. Bahkan pada akhir Mei ini setidaknya sudah ada 20 paket proyek senilai total Rp 47,5 miliar berkontrak. Progres pengerjaannya pun melebihi target.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, percepatan pembangunan di berbagai bidang terus digeber, khususnya paket proyek pembangunan jalan dan jembatan yang sampai saat ini juga on progress. ’’Alhamdulillah saat ini sudah ada 20 paket proyek perbaikan, pelebaran jalan dan jembatan sudah berkontrak dan kita gulirkan. Nilai anggarannya total sebesar Rp 47,5 miliar. Progresnya bagus,’’ ungkapnya.
Sejumlah pengerjaan proyek, kata Rizal, di antaranya sudah ada yang mulai pengerjaan konstruksi utama. Yakni, pada enam paket yang sebelumnya masuk lelang dini, seperti halnya pelebaran jalan menuju standar ruas Bendung-Bantengan. Hingga kini progresnya di atas 50 persen. Pun demikian dengan pelebaran jalan menuju standar ruas Kepuhanyar-Ngimbangan juga sebesar 30 persen lebih. Lalu, pelebaran jalan menuju standar ruas Banjaragung-Balongmojo Rp 2,6 miliar oleh CV Samaraz Cahaya Indah juga on progress. ’’Target pada ruas ini, kita beton sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 5,5 meter dari sebelumnya hanya 3 meter,’’ paparnya.
Selain itu, ada pelebaran jalan menuju standar ruas Ketapanrame-Dlundung. Lalu, rekonstruksi ruas jalan Lengkong-Gondang dengan 8 meter dan pembangunan Jembatan Talunbrak juga capai 20 persen lebih yang saat ini masuk tahap pemasangan sheetpile untuk pengaman abutmen. ’’Percepatan realisasi pembangunan ini bagian dari komitmen Dinas PUPR mendukung program pembangunan Bapak Bupati dan Wakil Bupati menuju Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur,’’ jelasnya.
Sebab, hemat Rinaldi, tuntasnya pembangunan tentu akan mendukung berbagai kegiatan dan kelancaran mobilitas masyarakat sehari-hari. Termasuk, memberikan multi efek untuk peningkatan sektor pertumbuhan perekonomian, pendidikan, kesehatan, sosial, maupun budaya. Pengerjaannya dipastikan tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya lantaran dalam pengerjaannya diawasi secara ketat. Termasuk, didampingi aparat penegak hukum (APH) dari unsur kejaksaan negeri dan kepolisian secara melekat. ’’Pengawasan melekat kita lakukan secara periodik. Kita komitmen setiap pekerjaan harus tuntas, tepat mutu dan biaya,’’ tegasnya.
Begitu juga dengan 14 paket pekerjaan senilai total Rp 16 miliar yang pekan lalu dilakukan teken kontrak. Teken kontrak ini sebagai perikatan antara dua pihak yang punya konsekuensi hukum. Sehingga harus dipatuhi dan dijalankan. ’’Setiap pekerjaan harus melaksanakan SOP yang sudah ditetapkan Dinas PUPR sebagai panduan pelaksanaan pekerjaan pembangunan. 14 paket ini menjadi tahap kedua proyek perbaikan jalan dan jembatan yang ada di bidang bina marga,’’ paparnya.
Belasan proyek itu, tegas Rinaldi pengerjaannya juga segera digeber. ’’Saat ini lagi tahap uitzet, kemudian hasil uitzet akan dirapatkan lagi,’’ ungkapnya. Tinjauan lapangan ini dilakukan bersama-sama antara Dinas PUPR dan pelaksana. Menurutnya, uitzet ini untuk melakukan pengukuran ulang lapangan yang dilakukan pada tahap awal tiap proyek yang sebelumnya sudah teken kontrak. ’’Setelah itu baru kita lakukan preconstruction meeting (PCM) dan MC 0 atau perhitungan ulang dari hasil uitzet berdasarkan perencanaan dan kondisi terakhir di lapangan,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi