Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Tuding Diskopukmperindag Kota Mojokerto Tutupi Fakta

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 29 Mei 2025 | 15:40 WIB
MELOMPONG: Kondisi kios di Rest Area Gunung Gedangan tampak melompong tak ada aktivitas sama sekali, kemarin (28/5).
MELOMPONG: Kondisi kios di Rest Area Gunung Gedangan tampak melompong tak ada aktivitas sama sekali, kemarin (28/5).

Rest Area GG Kosong Melompong Diklaim Masih Aktif

KOTA - Setelah pemberitaan soal Rest Area Gunung Gedangan yang kosong dan tak dimanfaatkan, muncul klaim dari Diskopukmperindag Kota Mojokerto di area perdagangan itu masih aktif. Namun, hal itu mendapat bantahan keras dari warga setempat.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, praktis tak ada akvitivas berarti yang berada di Rest Area Gunung Gedangan. Puluhan kios yang berdiri di area seluas 6.800 meter persegi itu tampak kosong melompong. Satu-satunya aktivitas yang ada hanya satu warung kopi di bagian stan lukisan.

Aset Pemkot yang mangkrak untuk perdagangan itu tak hanya melompong tetapi juga kotor dan terlihat tak terawat. Lantai, dinding, dan sejumlah perabotan di lokasi kondisinya rusak. Paving di halaman terlihat amblas dan menggelembung. Itu diduga karena pemadatang yang tidak maksimal.

Kondisi itu dibenarkan Yudha Hadi, warga Lingkungan Gununggedangan RW 03/RT 04. Keadaan bangunan perdagangan yang dibangun dengan anggaran Rp 7,5 miliar itu sangat memprihatinkan. ’’Kondisinya kosong melompong. Tidak ada kios atau toko yang buka. Dinas jangan tutupi fakta,’’ ucapnya.

Pihaknya menjelaskan, kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Pernah ada aktivitas pameran seni tapi sudah enam bulan yang lalu. Begitu juga latihan barongsai pada dua bulan lalu. ’’Yang aktif berjualan hanya satu warung kopi saja. Jadi tidak benar kalau Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menyebut ada 44 lapak, puluhan aktif berjualan. Itu bohong,’’ tudingnya.

Pihaknya juga mempertanyakan klaim dari instansi pengampu perdagangan di Kota Mojokerto tersebut. Jika memang terdapat pedagang atau kios yang buka, dirinya meminta agar ditunjukkan. ’’Kalau ada yang buka, tunjukkan siapa yang berjualan,’’ seloroh Yudha.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya mengklaim di Rest Area Gunung Gedangan terdapat 20 seniman, 8 pedagang makanan minuman, dan 2 pedagang cendera mata yang aktif berjualan. Sedangkan, jumlah keseluruhan kios di area ini mencapai 44 unit dan separonya kini dibuka untuk pedagang seni.

Pihaknya juga menyebutkan, sejumlah upaya telah dilakukan untuk meramaikan rest area. Antara lain, dengan menjadikan bangunan di Bypass tersebut sebagai terminal transit bus Trans Jatim koridor 2 dan 3. ’’Rest area juga menjadi pos keberangkatan dan makan wisata keliling kota (wika), sementara yang sudah jalan pakai Hiace,’’ terangnya, Selasa (13/5).

Sorotan perihal keberadaan proyek pembangunan yang mangkrak juga diungkapkan Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti. Pihaknya menyoroti terkait belum optimalnya pengelolaan aset di Pemkot Mojokerto. Hal itu tampak dengan sejumlah hasil proyek pembangunan yang kondisinya terkesan terbengkalai. ’’Selama ini aset-aset ini kan banyak yang mangkrak, seperti pasar,’’ ungkapnya.

Dewan mendorong agar pemerintah daerah menghidupkan kembali aset-aset yang mangkrak tersebut. Tidak hanya pasar, sejumlah proyek pembangunan lain yang belum optimal pemanfaatannya juga diberikan atensi oleh legislatif.

Karena jika tidak terkelola dengan baik, tutur Ery, maka akan berisiko menimbulkan kerugian akibat hilangnya potensi pendapatan. ’’Itu harus menjadi PR (pekerjaan rumah). Kita mendorong agar segera dilakukan penanganan yang lebih optimal dari aset-aset pemkot tersebut,’’ tegas dia. (adi/ram/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kosong melompong #bohong #rest area #gunung gedangan #menutupi fakta sebenarnya #diskopukmperindag kota mojokerto #kotor dan rusak #Kota Mojokerto