Upaya Pemkot Hidupkan Pasar Rakyat Prapanca
KOTA – Pemkot Mojokerto menanggapi kondisi Pasar Rakyat Prapanca di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, yang hampir lima tahun mati suri. Ratusan los di pasar yang dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp 3 miliar itu kini sama sekali tak ditempati pedagang.
Sejumlah upaya dirancang pemkot untuk menghidupkan kembali pasar. Antara lain, menjadikannya sebagai pendukung program makan bergizi gratis (MBG). ”Sedang dikaji, setelah disurvei untuk mendukung makan bergizi gratis,” kata Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya , kemarin (13/5).
Dia tak menampik kondisi pasar yang belakangan sepi. Berbagai penawaran sudah diberikan, namun tetap tak ada yang berminat. Padahal, menurut Ani, tak ada syarat khusus untuk berjualan di Pasar Prapanca. Semua calon pedagang tak hanya warga kota boleh mengajukan diri. ”Siapa saja boleh, asal memenuhi ketentuan dan bayar retribusi,” jelasnya.
Karena nihil pedagang, kini cara-cara lain dilakukan untuk meramaikan pasar. Selain akan dilibatkan dalam program MBG, lanjut Ani, kegiatan pasar murah juga dipusatkan di pasar yang dulunya pusat loak tersebut. ”Beberapa event pasar murah kami gelar,” ucapnya.
Di sisi lain, juga terdapat usulan dari warga supaya bisa berjualan jajanan dan kopi saat pagi dan sore hari di area pasar. Ani menyatakan, permintaan tersebut sejauh ini masih dipertimbangkan. ”Alternatif dari warga mengusulkan untuk pasar jajanan pagi atau sore hari, tapi perlu rapat lebih lanjut,” tandas dia.
Pasar Prapanca terdiri dari 104 los alias stan tempat berdagang. Mirisnya, semua los saat ini dalam kondisi kosong. Hanya beberapa kios di bagian muka pasar yang jadi warung kopi serta toko tembakau. Itupun pedagangnya tak buka konsisten dan lebih sering tutup karena pasar yang sepi.
Selain kondisinya yang memprihatinkan, bagian bangunan pasar yang dibangun pada 2020 menggunakan dana bantuan dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp 3 miliar itu juga mulai rusak. Di antaranya, pada bagian atap dan talang air. Belakangan pasar yang tak ada pedagangnya justru disalahgunakan warga sebagai tempat jual beli ayam aduan.
Mereka menggunakan area belakang pasar untuk menaruh kandang dan mendirikan arena aduan tempat tes kekuatan fisik ayam. Baru-baru ini kandang dan kalangan itu akhirnya dibersihkan. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi