Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Belum Genap Dua Tahun, Jalan Paving Rp 5, 2 Miliar di Kota Mojokerto Dibongkar

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 30 April 2025 | 15:50 WIB

 

BERCELAH: Kondisi paving Jalan Ir Soekarno, Kota Mojokerto, yang renggang, kemarin (29/4). Pekan lalu, sejumlah titik dibongkar ulang oleh DPUPR Kota lantaran kondisinya renggang dan bergoyang.
BERCELAH: Kondisi paving Jalan Ir Soekarno, Kota Mojokerto, yang renggang, kemarin (29/4). Pekan lalu, sejumlah titik dibongkar ulang oleh DPUPR Kota lantaran kondisinya renggang dan bergoyang.

KOTA - Perbaikan paving Jalan Ir Soekarno di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, tak merata. Sejumlah titik masih mengalami renggang meski jalan baru senilai Rp 5,2 miliar itu sudah ditambal sulam.

Pantauan di lokasi kemarin (29/4), beberapa celah lebar masih muncul di jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu. Titik renggang antarpaving terdapat di bagian tengah ruas jalan dengan lebar sekitar 8 meter tersebut. ’’Sudah lama renggang begini, minggu kemarin ada perbaikan padahal,’’ ujar Anam, salah seorang pengguna jalan.

Kondisi demikian direspons pemkot dengan melakukan perbaikan pekan lalu. Dalam perawatan ini, paving yang renggang dibongkar dan dipasang ulang secara lebih rapat. Namun, rongga-rongga lebar di jalan paving ini sebetulnya sudah muncul hanya selang beberapa bulan setelah tuntas dibangun pada Desember 2023. Walhasil sejumlah pihak sangsi dengan kualitas pekerjaan proyek tersebut. Terlebih proyek jalan untuk menunjang wisata TBM ini menelan dana APBD sebesar Rp 5,2 miliar.

Pembina DPD Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto Rif’an Hanum menuding pembangunan jalan dilakukan asal-asalan. Pasalnya, belum juga setahun, sudah banyak paving yang bergoyang saat dilewati alias tak rapat. ’’Dari pemadatan tanah sampai pemasangan paving tampaknya tidak dilakukan dengan benar. Bisa jadi uruknya ada lempung, tidak uruk betulan, sirtu. Kalau mau bagus ya harus dikeruk,’’ tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji mendelegasikan Kabid Bina Marga Firman Syah untuk memberi konfirmasi terkait hal tersebut. Firman membantah. Menurutnya pemadatan tanah sudah dilakukan maksimal. Ia menyebut lokasi jalan yang berada di tepi Sungai Ngotok membuat kontur jalan berbeda dengan jalan umum.

’’Mungkin pemadatannya sudah maksimal. Tetapi karena istilahnya merupakan tanggul jadi kena beban akhirnya menekan ke bawah dan mendorong ke samping kiri-kanan, akhirnya pavingnya renggang,’’ jelasnya.

Firman mengatakan, perbaikan yang berlangsung hingga pekan lalu dilakukan dengan merapatkan posisi paving. Celah yang muncul ditambal dengan paving baru sehingga jalan menjadi rapat. Masih munculnya celah setelah perbaikan disebutnya karena terlewat. ’’Mungkin kelewatan, karena panjangnya satu kilometer lebih juga,’’ ucap dia.

Menurutnya, pemeliharaan paving tak sekali ini dilakukan. Hanya saja, kali ini perbaikan dilakukan dinasnya setelah masa pemeliharaan dari rekanan proyek selama setahun selesai. Perbaikan itu menggunakan dana pemeliharaan rutin jalan yang juga dipakai untuk jalan-jalan lain. ’’Ini sama dengan jalan aspal, kalau sudah bolong-bolong, kita tambal juga. Fungsi dana itu memang untuk menjaga kemantapan jalan,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Taman Bahari Mojopahit #rejoto kota mojokerto #pavingisasi jalan lingkungan #perbaikan jalan