Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Blangko e-KTP di Kabupaten Ngeblong

Khudori Aliandu • Sabtu, 4 Januari 2025 | 14:35 WIB
BERLANJUT: Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto memastikan pelayanan perekaman e-KTP tetap buka di tengah stok blangko yang menipis.
BERLANJUT: Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto memastikan pelayanan perekaman e-KTP tetap buka di tengah stok blangko yang menipis.

Pemohon Diberi Surat Keterangan Biodata WNI
KABUPATEN – Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto dipasok seribu keping material persediaan blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Hanya saja angka tersebut masih tak sebanding dengan jumlah pemohon.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto Amat Susilo mengatakan, stok blangko e-KTP sejauh ini masih menipis. Bahkan, mengalami kekurangan jika dibandingkan dengan pemohon yang masuk. ’’Material blangko hanya tersisa seratus keping untuk cadangan pemohon pemula,’’ ungkapnya.
Angka tersebut sisa dari suplai pemerintah pusat yang baru turun pada akhir Desember lalu. Menurutnya, realisasi blangko tersebut itu jauh dari usulan yang diajukannya sebesar 30 ribu keping untuk kebutuhan sampai bulan depan. Dengan rata-rata pelayanan cetak paling banyak 500 pemohon. ’’Jadi, akhir Desember kemarin hanya dapat seribu keping, tapi sekarang langsung habis, bahkan masih kurang jika dibagikan kepada pemohon,’’ tegasnya.
Benar saja, setidaknya saat ini ada ribuan pemohon yang mengantri melakukan pencetakan e-KTP baru di dispendukcapil. Hanya saja, keterbatasan material yang dipasok pemerintah pusat, membuat pemda tak bisa berbuat banyak. Belakangan, dispendukcapil terpaksa mengganti dengan surat keterangan biodata penduduk warga negara Indonesia yang dicetak melalui kertas sebagaimana kartu keluarga (KK).
Kebijakan cetak biodata yang berlangsung sejak pertengahan Desember ini membuat antrian pemohon kian bertambah. ’’Mulai 17 Desember sampai hari ini kita sudah cetak biodata 2.209 lembar. Semakin hari, otomatis angka pemohon akan semakin bertambah,’’ jelas Amat.
Tak urung sebagai langkah solusi dispendukcapil kembali berkirim surat kepada Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri untuk pengajuan material pada awal tahun ini. Jumlahnya capai 30 ribu untuk kebutuhan sampai Maret. ’’Kalau untuk pelayanan tetap jalan, tidak terpengaruh, tetapi karena stok blangkonya saja habis kita ganti dengan biodata. Nanti kalau pasokan atau stok blangko normal bisa ditukar KTP-nya,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#dispenduk capil #kabupaten mojokerto majapahit #e-KTP