KOTA - Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, kompleks Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon akan mulai disentuhan pembangunan. Kemarin, Pemkot Mojokerto telah melakukan peninjauan langsung ke tempat persemayaman tokoh pahlawan nasional hingga para pemimpin daerah terdahulu ini.
Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar mengungkapkan, kunjungan di Makam Pekuncen dilakukan bersama dengan jajaran Dishub Kota Mojokerto. Sebagai langkah awal, kompleks pemakaman yang berstatus cagar budaya tingkat kota ini akan ditingkatkan dengan fasilitas penerangan. ’’Tadi kami melakukan survei dulu untuk menentukan titik pemasangan dan kebutuhan lampu penerangan di kompleks makam,’’ ulasnya, kemarin (24/10).
Utamanya, peningkatan fasilitas tersebut akan dipasang di area pusara pahlawan nasonal, Raden Pandji (RP) Soeroso. Selain sebagai tempat peristirahatan terakhir, makam dari tokoh berjuluk Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia ini telah menjadi destinasi untuk berziarah.
Terlebih, di area Makam Pekuncen juga bersemayam tokoh-tokoh pejuang lainnya yang juga sering didatangi penunjung. Antara lain, di kompleks makam Tjondronegaran yang merupakan trah dari Bupati Mojokerkerto terdahulu. ’’Setelah peninjauan lapangan bersama jajaran dishub dan juru kunci makam tadi, semoga pemasangan penerangan bisa segera direalisasikan,’’ ujar Anwar.
Untuk diketahui, kompleks Makam Pekuncen telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya melalui Keputusan Wali Kota Mojokerto Nomor 188.45/363/417.101.3/2021. Dengan status tersebut, seluruh struktur yang berada area pemakaman seluas kurang lebih 350 meter persegi ini dilindungi dan bisa disentuh pekerjaan fisik dengan tetap menjaga keaslian bangunan. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi