KABUPATEN - Pembangunan delapan proyek drainase dengan pagu Rp 8,6 miliar menunjukkan progres positif. Bahkan, proyek yang sedianya untuk penanganan banjir dan genangan ini, satu di antaranya sudah tuntas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, proyek drainase tahun ini terus menunjukkan progres positif tiap minggunya.
Pengerjaan di lapangan pun terus digeber untuk percepatan pembangunan daerah. ’’Progres pembangunan proyek drainase tahun ini cukup positif. Bahkan melebihi dari target mingguan,’’ ungkapnya.
Delapan pengerjaan proyek yang menjadi fokus tahun ini sudah melebihi dari yang ditargetkan. Bahkan, lanjut Rinaldi, satu di antaranya sudah tuntas. ’’Yang sudah 100 persen itu satu paket, ada di Desa Puri dengan anggaran Rp 649 juta. Sementara tujuh proyek lainnya rata-rata di atas 50 persen,’’ paparnya.
Tujuh paket proyek yang tengah digeber saat ini, di antaranya, peningkatan saluran drainase di Desa/Kecamatan Sooko sebesar Rp 1,9 miliar; pembangunan sistem drainase Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi Rp 1,7 miliar; peningkatan saluran drainase lingkungan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Rp 1,4 miliar; dan pembangunan sistem drainase Desa Brangkal, Kecamatan Sooko sebesar Rp 1 miliar.
Lalu, peningkatan saluran drainase Desa/Kecamatan Trawas seebsar Rp 712 juta; peningkatan saluran drainase lingkungan Desa/Kecamatan Trowulan Rp 662 juta; dan pembangunan sistem drainase lingkungan Desa Modongan, Kecamatan Sooko Rp 657 juta.
Menurutnya, pengerjaan pada tiap paketnya, sejauh ini tidak ada kendala berarti di lapangan. Bahkan, pembangunan ini direspons positif warga sekitar.
’’Sampai detik ini pengerjaan di lapangan lancar. Masyarakat juga mendukung karena sebelum pengerjaan sudah kita soslialisasikan. Dan yang lebih prinsip itu menjadi kebutuhan masyarakat untuk penanganan banjir atau genangan saat hujan,’’ jelasnya.
Ditargetkan pengerjaan tuntas secara keseluruhan pada akhir September. ’’Saat ini sedang proses penyelesaian penggalian, pemasangan U-Ditch dan pekerjaan struktur beton,’’ tuturnya.
Rinaldi mengungkapkan, pembangunan drainase ini di daerah-daerah yang selama ini rawan genangan dan banjir.
Keberadaan proyek ini untuk mengembalikan fungsi drainase agar saat hujan deras tidak sampai meluap ke jalan raya. Jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, untuk meminimalisir terjadinya penularan penyakit akibat sistem sanitasi yang buruk dan untuk memperpanjang umur dari sarana infrastruktur di satu kawasan atau permukiman. ’
’Termasuk, juga untuk konservasi sumber daya air. Jadi, dengan adanya pembangunan drainase ke depan akan membantu penataan suatu kawasan permukiman lebih baik dan lebih sehat,’’ bebernya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi