KOTA - Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) turun gunung mengunjungi Inspektorat Kota Mojokerto. Lawatan pada 25-26 Juli itu berupa coaching clinic dalam rangka meningkatkan sistem perencanaan anggaran daerah yang berkualitas.
Auditor Itjen Kemengdagri Nova Christine mengungkapkan, kedatangan ke Inspektorat Kota Mojokerto guna memberikan bimbingan teknis tentang aplikasi E-Reviu.
Aplikasi baru berbasis sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) ini diterapkan untuk melakukan reviu dokumen perencanaan anggaran. ’’Jadi, kami memberikan coaching terkait dengan aplikasi E-Reviu. Karena salah satu tusi (tugas dan fungsi) inspektorat itu melakukan reviu,’’ paparnya.
Pembekalan selama dua hari itu menyasar auditor di lembaga aparat pengawas internal pemerintah (APIP).
Nova mengatakan, agenda itu salah satu upaya menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan dan anggaran daerah yang berkualitas. ’’Kami harapkan inspektorat bisa menjadi lebih baik dan bisa menghasilkan APBD yang lebih berkualitas tentunya,’’ ulasnya.
Dan, imbuh Nova, penerapan e-reviu sekaligus menjadi salah satu amanah dari Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena dalam proses perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah dilakukan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
’’Jadi, (E-Reviu) ini bisa menjadi bukti semua kabupaten dan kota telah menerapkan perencanaan dan penganggaran by aplikasi. Karena MCP KPK mengamanatkan seperti itu,’’ ulasnya.
Plt Inspektur Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan, inspektorat berupaya melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Tahun ini, lembaga APIP ini telah mendapat tambahan puluhan tenaga auditor.
Inspektorat juga menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, hingga perguruan tinggi untuk melakukan peningkatan kapabilitas personel APIP.
’’Peningkatan kapasitas dan kapabilitas kita upayakan terus melalui diklat. Termasuk dengan Itjen Kemendagri untuk coaching tentang E-Reviu ini,’’ ulasnya.
Sebab, ungkap Amin, selain menjalankan tugas sebagai pengawas, inspektorat kini juga fokus untuk melakukan pembinaan yang bersifat preventif atau pencegahan. Dalam melaksanakannya, pihaknya telah menyiapkan tenaga auditor sebagai penyuluh antikorupsi (PAKSI).
’’Kami sudah mengusulkan dua orang yang sudah lulus pelatihan pertama, sekarang tinggal sertifikasinya saja untuk menjadi PAKSI,’’ pungkas Amin. (ram/fen)
Editor : Imron Arlado