JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Briptu Fadhilatun Nikmah, polwan yang telah membakar suaminya dan berakhir meninggal dunia di Mojokerto, menuai banjir dukungan.
Di berbagai platform media sosial, banyak warganet yang memahami kekesalan ibu tiga anak itu.
’’Lu pikir ngurus 3 anak kembar sendirian tanpa bantuan suami mudah? Setiap gajian dikasih hanya cuma ratusan ribu emang cukup? Hobi main judi lu kira bisa berhenti? Kalau pingin dicintai, ya jadi laki bertanggung jawab. Jangan apa-apa maunya mudah dan angkat tangan, suka bikin anak tapi gak mau ngurus anak,’’ begitu kata Leona Poppy disertai sejumlah foto peamakaman Briptu Rian.
Akun Shinta Rahma Utari memberikan komentar yang sama. ’’Pilihan yang benar, bunda’’
Namun, tak sedikit pula yang tetap menyalahkan Briptu Dila dengan perilakunya yang dianggap kebablasan.
Akun An Arini juga berkomentar ’’Menyala Polwanku....’’ sembari disertai emoticon api menyala.
Akun @ddrunktext di akunnya X juga menulis: ’’Keren banget istrinya berani ambil tindakan gak menye-menye, Menyala mba’’
Namun ada pula komentar yang cukup bijak.
Seperti yang diungkapkan akun Jabida Mamonto Pontoh di jejaring facebook. ''Apapun alasannya tidak boleh main hakim sendiri apa lg seorang polwan.Karena yang berhak mengambil nyawa seseorang hanyalah TUHAN. Apa bila rumah tangga sudah ngg baik ada jalan lain misalnya cerai dan berbagi anak tau apa.. alfateha alm semoga husnul khotima''.
Senada dengan Eva Sudaryana. ''Kenapa g diselesaikan secara baik2 masalahnya, malah memilih cara yg sadis kasian Anak2nya, masih Balita semua.Ayahnya meninggal, Ibunya masuk penjara,'' jelasnya.
Saat ini, Briptu Dila tengah menjalani proses hukum di Mapolda Jatim. Ia dijerat UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Editor : Imron Arlado