KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Atensi pemerintah terhadap rencana pembangunan jalur Ngeprih di Desa/Kecamatan Pacet tidak berkurang.
Justru, rencana pembangunan jalur alternatif turunan curam Pacet ini diharapkan segera terealisasi.
’’Dari rakor terakhir kemarin (beberapa waktu lalu), beberapa pihak menyampaikan kalau setidaknya tahun ini sudah ada keputusan dan kejelasan. Bila perlu akhir tahun ini atau awal tahun (2025) nanti sudah dibangun,’’ ungkap Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, Minggu (26/5).
Dijelaskannya, lintas instansi dari Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto sejalan agar rencana pembangunan jalur alternatif ini sesegara mungkin bisa klir dan terealisasi.
Terlebih, jalan yang bersinggungan dengan kawasan hutan produksi ini telah mencuat ke publik sejak beberapa tahun belakangan namun tak kunjung terealisasi hingga kini.
Tak pelak, para pemangku kebijakan kini tengah menyeriusi solusi alternatif atas maraknya kecelakaan rem blong bagi kendaraan yang melintas dari arah Batu tersebut.
’’Terkait ploting anggaran untuk pembangunan ini masih belum bisa pastikan. Tetapi tengah tahun (Juni-Juli) nanti kemungkinan ada keputusan lagi,’’ terang Yazid.
Menurutnya, dalam waktu dekat rakor lintas instansi bakal digelar lagi usai rakor perdana bersama Bakorwil II Bojonegoro 13 Mei lalu.
DPU Bina Marga Jatim pun tengah bersurat ke Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) untuk menuntaskan izin lahan dan pembangunan jalan di kawasan hutan produksi tersebut.
’’Dari bapak Kepala Dishub Jatim sendiri juga terus follow-up terkait rencana ini. Dan menekankan dengan koordinasi antar kepala dinas bersama Kepala DPU Bina Marga Jatim juga,’’ tandas Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim ini. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi