Menyusul Dishub Jatim dan PO Bagong memberlakukan penyesuaian tarif setelah masa promosi selama tiga bulan. Rencananya, tarif baru AKDP nonekonomi ini mulai berlaku besok.
”Ada kenaikan setelah dilakukan penyesuaian tarif. Rencananya, mulai berlaku Kamis (18/4),” ujar Kepala UPT LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Kristiani Asih Pratiwi melalui Kasi Dalops Akhmad Yazid.
Nantinya, saat tarif baru diberlakukan, para penumpang dipatok Rp 40 ribu. Naik Rp 10 ribu dari tarif lama Rp 30 ribu.
Yazid menjelaskan, kenaikan tarif armada AKDP nonekonomi ini bukan tanpa pertimbangan.
Ini setelah adanya penyesuaian tarif yang disepakati PO Bagong, selaku operator, bersama Dishub Jatim.
Utamanya, setelah masa promosi selama tiga bulan pasca peresmian angkutan rute Mojokerto–Batu pada Januari lalu berakhir bulan ini.
”Beberapa waktu lalu kita lakukan evaluasi bersama PO Bagong. Salah satunya terkait adanya penyesuaian tarif ini,” bebernya.
Tarif baru tersebut, lanjut Yazid, berlaku flat atau tidak perbedaan harga bagi penumpang dengan tujuan jauh maupun dekat.
Operasional enam armada Mitsubishi Canter berlangsung sejak pukul 06.00 dan berakhir pukul 16.00 di terminal Kertajaya dan Batu.
”Kemungkinan untuk penerapan tarif jarak dekat nanti akan dievaluasi lagi. Mungkin dua bulan ke depan melihat respons masyarakat,” sebut Yazid.
Penyesuaian tarif ini, terang Yazid, tepat setelah harga karcis AKDP luxury class ini naik selama libur panjang Lebaran 1445 Hijriah. Selama 13 hari, tarif angkutan Mojokerto–Batu meroket dua kali lipat atau Rp 60 ribu.
”Selama menjadi angkutan Lebaran atau sejak 5-17 April, tarifnya naik jadi Rp 60 ribu. Ini menyesuaikan tarif atasnya dan sudah disetujui (Dishub Jatim) Bidang Angkutan,” tukasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah