Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ikfina dan Gus Barra Dinilai Dominan di Bursa Pilkada Mojokerto, Berpotensi Muncul Sosok Kuda Hitam

Khudori Aliandu • Jumat, 29 Maret 2024 | 22:40 WIB

Pasangan Ikfina Fahmawati dengan Muhammad Albarraa alias Ikbar.
Pasangan Ikfina Fahmawati dengan Muhammad Albarraa alias Ikbar.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Munculnya sejumlah tokoh jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto diprediksi bakal memunculkan paslon lebih dari dua.

Itu seiring dengan sejumlah nama potensial kader partai politik yang sudah kantongi tiket utuh.

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Mojokerto, Mi'rojul Huda, mengatakan, meski tahapan pilkada baru dimulai, diakui atau tidak sejumlah tokoh potensial memang sudah bermunculan.

Hanya saja, kondisi politik yang kian dinamis, nama-nama itu bisa saja berubah siring tahapan yang terus berjalan.

’’Tapi sejauh yang saya amati, kandidat terkuat masih ada pada sosok yang sekarang menjabat itu. Ibu Ikfina dan Gus Barra,’’ ungkapnya.

Dua sosok petahana yang sebelumnya sudah menyatakan untuk running pilkada, dinilai masih menjadi tokoh yang sulit tergeser hingga saat ini.

Apalagi, dengan intensitasnya turun ke masyarakat belakangan menjadikan keduanya kian populer di tengah masyarakat.

’’Mereka yang aktif dan sering terlibat, rajin turun hingga malam hari di kantong-kantong masyarakat akan bisa meningkatkan elektabilitasnya,’’ tuturnya.

Keduanya dipastikan juga cukup diuntungkan meski aktivitas turun ke masyarakat memang menjadi tugasnya sebagai bupati dan wakil bupati.

’’Mungkin memaknainya bisa dua hal sekaligus, menjalankan sebagai pemerintah daerah, sekaligus ada efek lain untuk elektoral. Mungkin untuk menyolidkan barisan masyarakat atau untuk memperkuat konsolidasi di masyarakat,’’ paparnya.

Namun tidak bisa dipungkiri, dua sosok itu belakangan juga diikuti figur-figur lain dari elit partai politik lokal ataupun ketua partai di daerah. Sehingga, berpotensi muncul tokoh yang bakal menjadi kuda hitam dalam bursa Pilbup mendatang.

Terbukti dengan munculnya Ayni Zuroh yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto. Termasuk, Titik Masudah yang pernah maju sebagai calon wakil bupati pada pilkada 2020 lalu dan berpasangan dengan Pungkasiadi.

’’Termasuk, dewan yang baru terpilih itu juga masuk dalam radar, kans potensial juga untuk maju di pilkada 2024 ini,’’ tegasnya.

Dengan peta politik yang kian dinamis, cukup besar kemungkinan bakal memunculkan paslon lebih dari dua atau tiga poros seperti halnya pilkada 2020 lalu.

Jika sosok Ikfina dan Gus Barra sudah menyatakan pecah kongsi dan running, PKB yang memiliki tiket utuh atas perolehan pileg 2024, cukup potensial mencalonkan kadernya menuju Mojokerto satu.

Kendati begitu, partai politik tetap berhitung atas elektabilitas hingga potensi kemenangannya dalam helatan pilbup nanti.

’’Dengan posisinya sebagai ketua dewan, kemudian kemarin terpilih lagi termasuk cukup populer di masyarakat. Bisa jadi menjadi poros ketiga,’’ paparnya.

Sementara itu, Koordinator Akademi Pemilu dan Demokrasi Mojokerto, Ulil Abshor, menegaskan, bermunculannya tokoh jelang pilkada tahun ini memang berpotensi memunculkan paslon lebih dari dua.

’’Jika melihat pengalaman sebelumnya, peta politik di Kabupaten Mojokerto itu berpotensi lebih dari dua pasangan,’’ ungkapnya.

Kondisi itu juga akan berdampak positif pada kerawanan di tengah masyarakat. ’’Residunya tidak keras, tidak sampai behadap-hadapan, jadi masyarakat enjoy saja. Masyarakat juga dihadapkan banyak pilihan memilih sosok pemimpinnya,’’ tegasnya.

Pun demikian untuk pilwali, bermunculannya tokoh juga berpotensi lebih dari dua paslon. Bahkan, Kota onde-onde ini cukup menarik dinamika politiknya.

Kota dengan tiga kecamatan, nyatanya sesuai sejarah dalam tiga kali pemilihan selalu memunculkan paslon empat, bahkan lebih.

’’Waktu periodenya pak Masud ada enam paslon dengan dua independen. Setelah itu empat, dan terakhir periodenya Ning Ita lalu juga empat paslon. Jadi, dinamika kota semakin bagus,’’ paparnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#pilwali mojokerto #pilkada #pilbup mojokerto