Berdasarkan informasi yang didapatkan, asesmen sementara BPBD Kabupaten Mojokerto, puting beliung terjadi sekitar pukul 15.00. Angin kencang itu merusak atap sejumlah bangunan di Desa Kembangbelor. Yakni, dua rumah warga, kubah Masjid Ponpes Amanatul Ummah, dan satu kelas SMPN 3 Pacet. ’’Untuk ruang kelas ini rusak karena tertimpa pohon angsana berdiameter sekitar 60 cm. Pohon itu berada di lingkungan sekolah yang kemudian tumbang karena diterpa angin,’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat.
Lebih lanjut, kondisi kerusakan dua rumah warga yang terdampak angin kencang terkategori sedang hingga berat. Yakni bagian atapnya terangkat saat diterpa angin kencang. ’’Untuk rumah warga dan kubah Masjid Ponpes Amanatul Ummah ini rusak di bagian atapnya. Terkategori sedang hingga berat,’’ sebutnya. Beruntung bencana alam tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Menurut Djoko, insiden yang terjadi saat hujan lebat disertai petir tersebut tidak berlangsung lama. Hanya saja, dampak sapuan angin kencang relatif luas. BPBD mencatat, saat kejadian, kecepatan angin mencapai lebih dari 30 km/jam dengan durasi sekitar 15 menit lamanya. Selain di Desa Kembangbelor, desa-desa lain juga ditaksir mengalami dampak angin kencang. ’’Apakah ini angin kencang atau puting beliung, hampir sama. Karena kecepatan angin di atas 30 km/jam. Hal seperti ini biasanya disebabkan awan hitam pekat kumulonimbus yang berpotensi membawa angin dan hujan lebat yang disertai petir,’’ paparnya.
Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan TNI/Polri, BPBD Kabupaten Mojokerto, dan kelompok relawan terus melakukan asesmen imbas puting beliung. Terlebih disinyalir ada wilayah lain yang juga terimbas angin kencang saat hujan lebat mengguyur Kabupaten Mojokerto sore hari kemarin. ’’Saat ini tim gabungan BPBD masih di lokasi melakukan asesmen lebih lanjut dan evakuasi pohon tumbang di SMPN 3 Pacet. Untuk perkembangannya akan kami sampaikan selanjutnya,’’ tandas Djoko. (vad/fen) Editor : Fendy Hermansyah