Kebakaran yang Melanda Pabrik Mi Kering di Watesnegoro
NGORO - Kebakaran yang melanda pabrik mi kering di Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berhasil dipadamkan, Rabu (19/8). Api yang melahap CV Mulia Agung Sentosa tersebut diduga dipicu dari arus pendek listrik.
Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menyebutkan, kebakaran pabrik mi telah berhasil dijinakkan oleh tim gabungan damkar pada Selasa (18/8) siang. Namun, bara api baru dipastikan benar-benar padam sekitar pukul 14.30 WIB atau setelah 9 jam dilakukan pembasahan. ’’Kondisi api sudah mati, tinggal asap saja sore kemarin (18/8). Semua mobil pemadam sudah balik, tetapi tetap pembahasan dengan tiga truk tangki,’’ tandasnya, kemarin (19/8).
Meski sudah berhasil dikendalikan, namun besarnya kobaran api telah meludeskan bangunan pabrik beserta isinya. Terutama di bagian produksi di industri pengolahan mi telor kering tersebut. ’’Yang terdampak kebakaran bangunan dari area belakang sampai bagian produksi, luasnya kurang lebih itu 100 x 40 meter yang terbakar,’’ sebutnya.
Heru memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden kebakaran yang dilaporkan pada Selasa (18/8) pukul 05.15 WIB tersebut. Pasalnya, kondisi pabrik masih belum ada kegiatan produksi saat amukan si jago merah terjadi.
Berdasarkan keterangan dari pihak pabrik, duduga sumber api muncul akibat korsleting listik. Akibat hubungan arus pendek tersebut, ungkap Heru, percikan api kemudian menyambar tumpukan kayu di area boiler atau ketel. ’’Karena di pabrik tidak ada kegiatan yang menggunakan api. Dugaannya ada sambungan listrik yang korslet terus kebelnya menyentuh kayu,’’ sebutnya.
Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kepastian penyebab kebakaran. Penelusuran lebih lanjut akan dilakukan oleh tim identifikasi Polres Mojokerto. ’’Nanti tim identifikasi yang turun di lokasi kejadian, karena untuk sementara hanya keterangan-katerangan saja yang sudah kami tampung,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik mi kering CV Mulia Agung Sentosa dilanda kebakaran hebat, Selasa (18/8). Sebanyak 7 armada damkar gabungan dan water cannon milik Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan, dilibatkan untuk memadamkan api. Kebakaran terjadi setelah pabrik berhenti beroperasi 2 hari sebelumnya. Sehingga belum ada aktivitas maupun pekerja saat peristiwa berlangsung. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto