SEMENTARA itu, BPBD Kabupaten Mojokerto mendeteksi terdapat empat titik panas atau hotspot di lokasi kebakaran di wilayah Tahura R. Soerjo. Imbas bencana tersebut, jalur pendakian Bukit Cendono yang berada di dekat lokasi kejadian kebakaran juga dilakukan penutupan sementara.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menyatakan, kebakaran di kawasan Tahura R. Soerjo diperkirakan lebih dari satu titik api. Hal itu juga terpantau dari sumber kepulan asap yang muncul pada sejumlah area yang terpisah. ’’Ada empat titik hotspot,’’ sebutnya, kemarin (15/7).
Dijelaskannya, hotspot tersebut terdeteksi berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi). Masing-masing tersebar pada empat titik koordinat di RKW 6, lereng Gunung Biru, Kecamatan Gondang. ’’Untuk sumber api dan luas area yang terbakar saat ini masih belum diketahui,’’ ujar Rinaldi.
Menurutnya, tim drone juga dikerahkan guna memastikan lokasi persis titik api. Selain itu, pemantauan dari udara juga dilakukan untuk mencari jalur yang bisa diakses oleh tim pemadam gabungan yang telah diterjunkan. ’’Empat regu pemadaman sebanyak 20 orang berusaha mencapai titik api,’’ paparnya.
Meski tak terdampak langsung kebakaran, jalur pendakian di Bukit Cendono, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet dilakukan penutupan per kemarin. Langkah tersebut dilakukan untuk keamanan dan mengantisipasi potensi meluasnya area yang terbakar. ’’Kebakarannya di lereng kompleks Pegunungan Biru yang bersebelahan dengan Bukit Cendono, jadi sementara jalur pendakian ditutup untuk umum,’’ ulasnya.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Mengingat, pos pantau Bukit Cendono kini juga dijadikan sebagai posko penanganan kebakaran di kawasan Tahura R. Soerjo. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto