GONDANG - Kendaraan sepur kelinci yang membawa rombongan halalbihalal terguling di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3) pagi. Satu korban tewas di lokasi dalam kecelakaan akibat kendaraan gagal menanjak.
Sepur kelinci berplat nomor S 8185 PA itu membawa sekitar 20 ibu-ibu dan anak-anak. Para penumpang dewasa diketahui merupakan karyawan pabrik pembuat wadah telur di Desa Kebonagung, Kecamatan Puri. Informasi yang diterima, rombongan hendak melaksanakan kegiatan tradisi unjung-unjung atau halalbihalal setelah Lebaran.
Insiden nahas sekitar pukul 09.00 itu terjadi saat sepur kelinci berusaha menaiki tanjakan curam di jalan Dusun Jati, Desa Jatikuduh. Kendaraan tak kuat menanjak sehingga meluncur mundur. Sepur kelinci yang disopiri Sariono, 53, warga Desa Sumbergirang, Puri, menabrak gapura kemudian teguling dan baru berhenti setelah menghantam tiang listrik hingga roboh.
"Sepertinya tidak paham medan, ada petunjuk arah harusnya lewat arah ke kanan, tapi ini ke atas terus," kata Aji, warga setempat. Benturan keras menyebabkan satu penumpang tewas di lokasi. Korban jiwa diketahui bernama Sulimah, perempuan warga Desa Mlaten, Puri.
Adapun belasan korban lain mengalami luka-luka. 11 korban termasuk satu yanh meninggal dievakuasi RS Sumberglagah, Pacet, 10 korban di Puskesmas Gondang, dan seorang korban di RSUD Prof dr. Soekandar, Mojosari. "Satu yang meninggal, yang luka banyak," imbuhnya.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama mengatakan, berdasarkan kronologi awal, kendaraan melaju dari arah timur ke barat melewati tanjakan cukup curam. "Namun dikarenakan mungkin beban yang terlalu berat sehingga kendaraan ini tidak kuat nanjak," jelasnya di Puskesmas Gondang.
Kendaraan meluncur ke bawah diduga tanpa pengereman. Saat kejadian, korban meninggal diduga terlempar dari kendaraan. Tubuhnya terdampak di tepi sungai sekitar TKP. "Untuk sopir dirawat di RS Sunberglagah," tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah