Usai Hujan Deras Turun di Kawasan Lereng Penanggungan
KABUPATEN - Tanah longsor kembali terjadi di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Hujan deras yang terjadi pada Kamis (5/2) mengakibatkan longsor di dua desa. Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, titik longsor pertama terjadi di Dusun Jaten, Desa Selotapak, Kecamatan Trawas sekitar pukul 17.00.
Tanah tebing dengan ketinggian sekitar 6 meter dan panjang 4 meter ambrol. ’’Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengakibatkan longsoran,’’ ungkapnya, Jumat (6/2).
Material tanah bercampur bebatuan dengan ketebalan kurang lebih 150 sentimeter ini membuat akses jalan tertutup. Rinaldi mengatakan, BPBD langsung menerjunkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi bersama petugas gabungan. ’’Pada pukul 20.00 material longsor berhasil dievakuasi,’’ tandasnya.
Pada waktu hampir bersamaan, cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang dan longsor di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas. Titiknya tepat berada di Petak 176 A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Trawas, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penanggungan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan.
Rinaldi menyebut, hujan lebat mengakibatkan tanah longsor dengan luasan sekitar 20 meter persegi. Selain itu, tiga pohon di area tersebut juga mengalami tumbang. ’’Pohon tumbang di beberapa titik,’’ paparnya.
Dengan ketebalan lonsorang berkisar 2 meter, proses evakuasi memakan waktu hampir empat jam. Proses penanganan dilakukan lintas sektor dari unsur gabungan relawan, TNI-Polri, Perhutani, hingga masyarakat sekitar. ’’Material longsor dan pohon tumbang berhasil dievakuasi pada pukul 20.55,’’ urai mantan Kepala DPUPR Perakim ini.
Atas kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa maupun dampak terhadap permukiman warga. Meski demikian, BPBD tetap meminta masyarakat untuk waspada karena Februari ini merupakan masa puncak musim hujan. Sehingga berbagai bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah