Antisipasi Kemacetan akibat Peningkatan Volume Kendaraan
KABUPATEN - Meski masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah usai, skema rekayasa lalu lintas (lalin) masih diberlakukan hingga akhir pekan nanti. Langkah ini bakal diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Mojokerto yang rentan terjadi kemacetan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengatakan, fase puncak arus lalin di masa libur panjang telah terjadi pada Kamis (1/1). Sejumlah titik jalan, khusunya yang menuju kawasan objek wisata sempat mengalami crowded akibat peningkatan volume kendaraan.
Meski demikian, DPRKP2 tetap mengantisipasi adanya gelombang liburan susulan pada akhir pekan ini. ’’Ya, kami tetap siaga untuk membantu memperlancar arus lalu lintas,’’ paparnya. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sejumlah titik ruas jalan yang diprediksi mengalami kepadatan.
Untuk mengantisipasinya, ujar Bambang, pihaknya bersama aparat kepolisian telah menyiapkan strategi penguraian dengan rekayasa lalin. Di antaranya dengan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di beberapa persimpangan. Seperti yang dilakukan di simpang tiga Kelenteng Hiap Thian Kiong, Kecamatan Mojosari kemarin.
Kendaraan dari arah Jalan Airlangga menuju Surabaya dilakukan pengalihan arus melintasi Jalan Gajah Mada. Demikian dari arah sebaliknya, kendaraan dari Jalan Pemuda juga dilakukan pengalihan arus ke jalur alternatif. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan baik yang menuju kawasan wisata Pacet maupun ke arah Mojokerto. ’’Sudah kami siapkan semua jalur-jalur alternatifnya manakala ada kepadatan lalu lintas,’’ papar dia.
Skema rekayasa lalin juga disiapkan di beberapa titik ruas jalan menuju objek wisata. Khususnya, di wilayah Pacet dan Trawas guna menghindari penumpukan arus seperti pada puncak libur panjang, Kamis (1/1). Hanya saja, sistem pengalihan arus diberlakukan secara tentatif dan bersama kepolisian. ’’Baik di jalur Pacet menuju Ubalan dan Air Panas Padusan, termasuk Trawas ke arah Taman Ghanjaran kalau macet ada skenario-skenario untuk pengalihan arus,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah