Perjalanan dari Batu, Tak Berhenti di Rest Area
KABUPATEN - Kecelakaan tunggal Isuzu Elf nopol L 7791 AF di jalur alternatif Pacet-Cangar, Kamis (1/1) disebabkan akibat gagal fungsi rem. Dari hasil evaluasi petugas, kendaraan bermuatan rombongan wisatawan asal Surabaya ini diketahui tidak berhenti di rest area hingga mengakibatkan rem blong.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama kepolisian, kendaraan Isuzu Elf diketahui dalam kondisi laik jalan. Selain uji kir yang masih berlaku, mobil yang mengangkut 16 penumpang tersebut juga masih sesuai kapasitas. ”Itu kan tipe long, tempat duduknya 19 sampai 20 kursi, jadi masih sesuai,” paparnya, kemarin (2/1).
Hanya saja, ujar dia, kendaraan tersebut sedianya tidak direkomendasikan untuk melewati turunan ekstrem seperti di jalur Pacet-Cangar. Sebab, disk brake alias piringan rem itu memiliki ukuran yang relatif kecil.
Sehingga saat tiba di turunan AMD Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, sistem pengereman mengalami gagal fungsi. Selain faktor teknis tersebut, insiden rem blong juga dipicu karena sejak dari arah Batu pengemudi tidak mengistirahatkan kendaraan. ”Karena tidak istirahat di Rest Area Sendi, jadi ngerem terus sehingga gampang panas dan menyebabkan gagal fungsi rem,” ulasnya.
Akibatntya, Elf melaju tak terkendali hingga menghantam tiang beton listrik dan terbalik pada Kamis (1/1) sore. Meski demikian, ungkap Yazid, terkait dugaan penyabab utama kecelakaan Isuzu Elf masih tengah diselidiki oleh Satlantas Polres Mojokerto. ”Yang menyimpulkan tetap dari pihak kepolisian, kami sifatnya hanya membantu saja,” papar dia.
Meski tak menelan korban jiwa, Yazin mengimbau kepada pengendara yang melintasi jalur Pacet-Cangar untuk berhenti mendinginkan mesin dan kampas rem. Hal itu sebagaimana yang diwajibkan untuk angkutan feeder Mojokerto-Batu. ”Jadi, kendaraan diwajibkan istirahat minimal 15 sampai 20 menit,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah