Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Antisipasi Kemacetan selama Nataru di Mojokerto, Durasi Lampu Merah Bakal Diubah

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:35 WIB

 

MENGULAR: Antrean kendaraan di simpang empat Sekar Putih, Jalan Raya Bypass, Kota Mojokerto, dari arah Surabaya, kemarin (26/12).
MENGULAR: Antrean kendaraan di simpang empat Sekar Putih, Jalan Raya Bypass, Kota Mojokerto, dari arah Surabaya, kemarin (26/12).
 

 

KOTA - Sejumlah ruas jalan di Kota Mojokerto mengalami kepadatan seiring masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kemarin (26/12). Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan, Dinas Perhubungan Jawa Timur dan Kota Mojokerto menyiapkan sejumlah opsi rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan mengubah durasi traffic light saat terjadi kemacetan hebat.

Di antara ruas yang mengalami lonjakan mobilitas adalah jalan nasional Bypass. Di simpang empat Sekar Putih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, antrean kendaraan dari arah Surabaya mengular setidaknya sampai depan pabrik Mertex. Kemacetan ini dipicu meningkatnya jumlah kendaraan yang berhenti di traffic light tersebut.

’’Kalau di Sekar Putih ini meskipun tidak liburan, saat Sabtu dan Minggu, memang ramai dari arah Surabaya. Apalagi sekarang lampu lalu lintasnya menyala tiga fase, dulu dua fase,’’ jelas Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin (26/12).

Sejak Desember tahun lalu, fase traffic light Sekar Putih memang diubah. Kendaraan dari arah Surabaya dan Jombang yang semula berjalan bersamaan, dibuat bergantian. Pengaturan ulang fase itu dimasudkan supaya pengguna jalan yang hendak berbelok menyeberang lebih aman. Imbasnya, masa tunggu lampu merah menyala hijau menjadi lebih lama sehingga memicu antrean panjang.

Kendati demikian, Yazid menyatakan, volume kendaraan yang melintas di jalur nasional masih terkendali. Meskipun antrean mengular panjang, pihaknya memastikan tak ada kemacetan parah yang memicu kendaraan tak bergerak sama sekali. ’’Prediksinya nanti pas arus balik tanggal 3-4 Januari 2026 nanti itu meningkat lagi volumenya,’’ imbuh dia.

Selain di Sekar Putih, Dishub Jatim juga mengatur traffic light jalan nasional di simpang Kenanten. Yazid menambahkan, lampu lalu lintas di simpang lima tersebut dapat diatur menjadi manual dan otomatis sesuai kebutuhan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Mojokerto Imam Syafi’i menambahkan, skema pengubahan durasi lampu merah juga menjadi opsi saat terjadi di wilayah kota selama masa libur panjang ini. Imam menyebut, terdapat tiga titik persimpangan yang diwaspadai karena rawan macet. Yakni, simpang Sekar Sari Jalan Gajah Mada-Empunala, simpang Jalan Gajah Mada-Jalan Pemuda, dan simpang Jalan Kartini-Mojopahit. ’’Tiga titik ini yang jadi atensi karena biasanya terjadi crowded,’’ ujarnya, kemarin (26/12).

Imam menuturkan, arus lalu lintas dipantau melalui CCTV oleh petugas selama 24 jam di ruang ATCS (area traffic control system) kantor dishub. Melalui sistem pengendalian lalu lintas itu, durasi lampu merah di persimpangan yang mengalami macet dapat diubah untuk mengurai kepadatan. ’’Kalau tidak bisa, petugas dishub bersama kepolisian akan turun untuk melakukan pengaturan di lapangan,’’ tuturnya. (adi/fen)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#nataru 2026 #kabupaten mojokerto #lalin macet #lalu lintas nataru #Kota Mojokerto