PAD Wisata Ditarget Tembus Rp 8,5 Miliar
KABUPATEN - Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkab Mojokerto mengencangkan standar keamanan di seluruh objek wisata. Dari Wanawisata Air Panas Padusan hingga kawasan cagar budaya Trowulan, wisatawan kini mendapat dua lapis perlindungan, yakni tenaga medis yang stand by dan asuransi yang otomatis aktif.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, mengatakan pihaknya terus bergerak memastikan tingkat keamanan dan kenyamanan di semua objek wisata. Termasuk memastikan ketersediaan tenaga medis selama masa libur. ’’Kami akan berkolaborasi dengan dinas kesehatan untuk menyiagakan tim medis di objek wisata, terutama destinasi favorit kunjungan,’’ ujarnya.
Menurut Ardi, Wanawisata Air Panas Padusan di Kecamatan Pacet menjadi salah satu fokus utama. Di lokasi yang kerap mengalami lonjakan pengunjung saat libur panjang itu, tim medis dan kendaraan operasional, seperti ambulans wajib siaga.
Objek wisata yang berada di lereng Gunung Welirang masih menjadi primadona karena memiliki fasilitas berendam air panas alami bersumber dari belerang. ’’Keberadaan tim medis sangat penting sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Prinsipnya, mereka harus bisa bergerak cepat jika sewaktu-waktu dibutuhkan,’’ jelasnya.
Selain penyiagaan medis, disbudporapar juga memastikan seluruh pengunjung objek wisata yang dikelola pemkab mendapatkan perlindungan asuransi. Cukup dengan membayar Rp 500, wisatawan langsung tercover tanpa perlu khawatir terhadap potensi risiko. ’’Asuransi ini bentuk komitmen kami memberi kepastian bagi wisatawan-baik perlindungan medis maupun perlindungan lainnya. Sehingga mereka bisa menikmati liburan tanpa rasa cemas,’’ papar Ardi.
Beberapa destinasi wisata yang sudah tercover asuransi antara lain Ubalan Water Park dan Coban Canggu di Kecamatan Pacet, serta objek wisata sejarah dan religi di Kecamatan Trowulan, seperti Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, hingga Makam Troloyo. Termasuk Wanawisata Air Panas Padusan, Jolotundo, dan Air Terjun Dlundung. ’’Pokoknya semua destinasi wisata milik pemkab sudah 100 persen terlindungi asuransi,’’ tegasnya.
Ardi menambahkan, perlindungan asuransi memberi kepastian keamanan bagi wisatawan dan diharapkan dapat meningkatkan minat kunjungan. Pemkab menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata sebesar Rp 8,5 miliar tahun ini. ’’Semangat kami tidak hanya membuat wisatawan nyaman, tapi juga memastikan keamanan mereka benar-benar terjamin,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah