Pantauan di lokasi kemarin (10/12), empat pekerja tengah melakukan perbaikan. Mereka membongkar paving di area yang telah ditandai. Sebelum dipasang kembali, permukaan jalan lebih dulu diratakan dengan menambahkan material uruk. ’’Tidak diganti, hanya dibongkar pasang,’’ kata salah seorang pekerja.
Menurutnya, pekerjaan perbaikan hanya meliputi bongkar pasang. Paving yang renggang atau bergeser ditata kembali secara posisi lebih rapat. Pria yang dipekerjakan Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto itu menyebut, perbaikan sudah berlangsung selama tiga hari. Pembongkaran dan pemasangan ulang paving menyasar semua titik dengan penanda di sepanjang jalan yang membentang kurang lebih 1 kilometer tersebut.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perakim Ferry Hendri Koerniawan membenarkan adanya perbaikan paving Jalan Ir. Soekarno. Menurutnya, kegiatan pemeliharaan itu berlangsung sejak pekan lalu. ’’Setahu saya sudah ada perbaikan sejak tanggal 2 Desember, untuk sampai kapan saya tanyakan teman-teman pengawas dulu,’’ tandasnya.
Sebelumnya, paving Jalan Ir. Soekarno kembali mengalami renggang di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat pengendara tak nyaman dan rawan memicu kecelakaan. Jalan Ir. Soekarno yang menjadi akses utama menuju kawasan bakal wisata TBM dibangun pada Desember 2023. Pembangunan ruas jalan selebar 8 meter itu menelan biaya Rp 5,2 miliar dari APBD Kota Mojokerto tahun anggaran 2023.
Pada April lalu, Dinas PUPR Perakim juga melakukan perbaikan serupa terhadap paving yang renggang dan bercelah lebar. Pekerjaan tersebut dianggarkan melalui dana pemeliharaan rutin jalan. Sebelum itu, pihak rekanan juga beberapa kali melakukan perbaikan.
Kala itu, pihak dinas PUPR menyebut mudahnya paving mengalami renggang disebabkan kontur jalan yang berada di tanggul Sungai Ngotok. Beban kendaraan dan curah hujan membuat tekanan ke dua sisi jalan bertambah sehingga paving renggang. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah