PACET - Setelah dua pekan ditutup pasca longsor, jalur Pacet-Cangar kembali dibuka untuk umum mulai Minggu (7/12). Namun, pembukaan jalur alternatif Mojokerto-Batu ini dilakukan secara terbatas dengan sistem buka-tutup. Kemarin, tim gabungan melakukan kegiatan mitigasi di sepanjang jalur Pacet-Cangar untuk memastikan akses jalan dapat dilalui kendaraan.
"Kita melaksanakan peninjauan dan pembersihan sisa material di sepanjang jalan agar jalur ini dapat dilewati kembali," ujar Kapolsek Pacet Iptu MK Umam. Setelah dipastikan aman, jalur Pacet-Cangar diputuskan untuk dibuka setelah ditutup sejak kejadian longsor di kawasan Kutukan Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Senin (24/12).
Hanya saja, pembukaan akses jalan dilakukan secara terbatas dengan sistem buka-tutup. "Hari ini (kemarin, Red) mulai dibuka. Tapi, apabila terjadi hujan baik ringan, sedang, apalagi hujan ekstrem maka jalur Pacet-Cangar akan ditutup kembali,” papar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.
Khakim menjelaskan, penerapan sistem buka-tutup dilakukan lantaran kondisi jalur yang membelah Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo ini masih dikategorikan rawan. Pasalnya, berdasarkan hasil asesmen BPBD Provinsi Jatim, curah hujan dapat meningkatkan kejenuhan tanah maupun tebing. ”Karena kondisi di atas banyak retakan, banyak tanah yang menggantung dan labil. Sehingga mudah terjadi longsor," tuturnya.
Menurutnya, jalur akan kembali dibuka satu jam setelah hujan reda. ”Jadi, menunggu sampai benar-benar aman untuk dibuka kembali. Baik itu dari jalur Cangar maupun jalur jalur Pacet,” ulasnya.
Karena itu, selama pembukaan jalur Pacet-Cangar tetap disiagakan personel dari lintas unsur. Meliputi, petugas BPBD, Polsek Pacet, Tahura R. Soerjo, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan relawan Kabupaten Mojokerto.
"Jadi, ada yang memantau dan jaga,” tandasnya. Di samping itu, BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah memasang early warning system (EWS) di dekat bekas titik longsor. Pemasangan alat ini bertujuan untuk mendeteksi dini jika terjadi bencana longsor susulan. Seperti diketahui, tebing dengan ketinggian 40 meter dan lebar 25 meter di kawasan Kutukan Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, longsor Senin (24/11) lalu.
Sejak saat itu, jalur yang menghubungkan Mojokerto-Batu ini dilakukan penutupan total. Terlebih, setelahnya juga masih terdapat dua kali longsoran susulan yang terjadi pada Kamis (27/11) dan Jumat (29/11) lalu. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah