Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengungkapkan, asesmen telah rampung dilakukan tim BPBD Jatim pada akhir pekan lalu. Hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan untuk memitigasi tingkat risiko bencana setelah insiden longsor pada Senin (24/11) lalu. ’’Sampai saat ini saya konfirmasi ke BPBD provinsi masih belum hasilnya,’’ terangnya.
Khakim mengatakan, selain dilakukan kajian mendalam, dalam asesmen itu tim BPBD juga melakukan uji laboratorim dari sampel tanah di lokasi longsor. Upaya tersebut bertujuan mengetahui lebih detail terkait tingkat risiko dari tebing yang berada di kawasan Gajah Mungkur, Desa/Kecamatan Pacet.
Akibatnya, hingga saat ini jalur alternatif yang membelah kawasan hutan R. Soerjo ini masih dilakukan penutupan. ’’Masih belum dibuka. Lebih baik ditutup sementara dari pada ada kejadian yang tidak diinginkan,’’ tandas dia.
Terlebih, berdasarkan hasil mitigasi juga ditemukan beberapa titik kerektakan tanah di sepanjang jalur Pacet-Cangar. Dengan kondisi tersebut, maka masih berisiko terjadi longsor. ’’Jadi masih membahayakan, apalagi saat hujan,’’ paparnya.
Karena itu, Khakim menyebut belum bisa memperkirakan estimasi dari penutupan jalur Pacet-Cangar. Menurutnya, langkah pembukaan akses jalan masih menunggu dari hasil asesmen BPBD Jatim. ’’Nanti akan diputuskan dari hasil dari asesmen itu,’’ pungkas dia.
Seperti diketahui, tebing dengan ketinggian 40 meter dan lebar 25 meter di kawasan Kutukan Sendi, Desa/Kecamatan Pacet longsor Senin (24/11) lalu. Sejak saat itu, jalur yang menghubungkan Mojokerto-Batu ini dilakukan penutupan total. Karena setelahnya juga masih terdapat dua kali longsoran susulan yang terjadi pada Kamis (27/11) dan Jumat (29/11). (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah