Sudah Empat Kali, Lepas setelah Dipotong Damkar
KOTA - Seorang siswi SMPN 2 Jetis mengalami kejadian tak terduga hingga harus meminta bantuan Damkar BPBD Kota Mojokerto, kemarin (28/10). Jari pelajar bernama Alyah Rohali itu tersangkut di lubang kunci jendela saat bermain di ruang kelas.
Insiden tersebut bermula ketika Alyah iseng memasukkan jarinya ke lubang kunci jendela kelas. Nahas, lubang tersebut justru mencengkeram jari tengah tangan kirinya secara kuat sampai tak bisa dilepas. Kejadian tersebut membuatnya panik hingga gurunya turun tangan.
Pihak sekolah akhirnya berinisiatif mencopot peranti kunci dari daun jendela. Oleh dua gurunya, Alyah kemudian dibawa ke markas damkar di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, dengan kondisi kunci jendela masih melingkar di jari. ’’Sekitar pukul 09.00 pihak SMPN 2 Jetis bersama siswi yang mengalami musibah tangannya tersangkut datang kemarin untuk minta bantuan dan langsung kami tangani,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mojokerto Ganesh P. Kresnawan.
Karena jari korban sudah bengkak, penanganan pun dilakukan dengan memotong besi menggunakan gerinda kecil. Proses tersebut memakan waktu sekitar 15 menit sebelum akhirnya besi bisa terlepas. Ganesh menyatakan, kejadian serupa setidaknya sudah dialami siswi tersebut sebanyak empat kali. Dia memasukkan jarinya ke lubang kunci dan masih bisa dilepas kembali. Namun, kali ini jari korban justru tersangkut hingga harus dilakukan penanganan darurat.
’’Informasi dari pihak sekolah memang beberapa kali siswi tersebut melakukan kegiatan yang sama, mungkin karena dipaksa atau jarinya tambah besar akhirnya pas kesempatan ini macet tidak bisa dilepas kembali,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi