Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pagar Tembok Ambruk, Dua Kelas Madrasah di Mojokerto Tergenang

Farisma Romawan • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 15:05 WIB
BAHAYA: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin memantau lokasi ambruknya pagar pembatas RA Brawijaya Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kamis (23/10).
BAHAYA: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin memantau lokasi ambruknya pagar pembatas RA Brawijaya Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kamis (23/10).

Usai Diterjang Banjir Luapan Sungai di Pacet

KABUPATEN - Hujan deras yang mengguyur Mojokerto, Rabu (22/10) dan Kamis ((23/10) turut menghancurkan bangunan madrasah. Terutama pagar pembatas milik Raudhatul Athfal (RA) Brawijaya, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet yang ambruk setelah diterjang luapan air dari sungai di sekitar madrasah. Beruntung, ambruknya pagar berlangsung saat malam hari, sehingga tidak ada aktivitas yang dapat menimbulkan korban saat peristiwa terjadi.

Berdasarkan pantauan Kemenag Kabupaten Mojokerto, Kamis (23/10), pagar sepanjang 13 meter itu ambruk usai kawasan Pacet diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hingga membuat saluran air di sekitar lokasi meluap dan membanjiri kawasan madrasah. Saking derasnya luapan, air tidak sekadar merobohkan pagar yang baru saja dibangun itu, tapi juga menggenangi dua ruang kelas madrasah.

’’Peristiwanya malam hari. Saat kami cek, pagar yang terdiri dari tembok dan besi sudah rata dengan sawah yang berbatasan langsung dengan lokasi sekolah,’’ ujar Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin kemarin. Lokasi sekolah yang berada di titik terendah lereng menjadi faktor utama air menggenangi sekolah hingga merobohkan pagar. Meski begitu, kegiatan belajar mengajar di RA milik Yayasan Brawijaya hingga Jumat (24/10) kemarin ini tetap berjalan.

Ruang kelas yang sempat tergenang air langsung dibersihkan oleh pihak sekolah. Pun juga dengan pagar yang roboh, telah diberi tanda pembatas agar anak-anak sekolah tidak beraktivitas di lokasi. ’’KBM tetap berjalan karena tidak terlalu terganggu. Hanya mungkin aktivitas anak-anak dibatasi, khususnya di titik pagar pembatas,’’ tandasnya.

Muttakin mengimbau kepada seluruh pengurus madrasah baik negeri maupun swasta di Kabupaten Mojokerto untuk menjaga ligkungan sekolahnya. Terutama saluran air agar dibersihkan sehingga saat hujan turun tidak sampai tersumbat dan meluap ke lokasi sekolah. ’’Peristiwa ini sudah kami beritahukan ke Kanwil Kemenag Jatim dan kami berikan santunan untuk membantu proses renovasi dari ambruknya pagar pembatas,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kemenag kabupaten mojokerto #Pagar Ambruk #kelas banjir #pagar tembok #hujan deras #Desa Candiwatu Pacet