Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Antar Anak Sekolah, Warga Sumbergirang Mojokerto Terlindas Truk

Martda Vadetya • Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:55 WIB
NAHAS: Petugas mengevakuasi jasad korban usai terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Dusun Sambiroto, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Senin (20/10) pagi.
NAHAS: Petugas mengevakuasi jasad korban usai terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Dusun Sambiroto, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Senin (20/10) pagi.

PURI - Nahas dialami Dwi Ratna Sari, 39. Nyawanya melayang usai terlindas truk tronton di Jalan Raya Dusun Sambiroto, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, saat mengantarkan anaknya berangkat sekolah, Senin (20/10) pagi.

Peristiwa yang menimpa perempuan asal Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, ini terjadi sekitar pukul 06.30. Kejadian bermula saat Ratna mengendarai motor Honda Beat nopol S 6963 NS yang melaju dari arah Desa Jabon. Ia membonceng putrinya yang masih SD.

Setiba di lokasi, korban berusaha menyalip truk tronton nopol S 9192 UK. Kendaraan muatan semen itu disopiri Ahmad Yani, asal Jombang. Nahas, saat sedang mendahului dari sisi kanan truk, motor korban bertabrakan dengan motor Yamaha Aerox nopol S 3988 NCB yang dikendarai seorang pelajar dari arah lawan.

Tubuh Ratna yang terpelanting ke kiri langsung masuk ke kolong hingga terlindas truk. ’’Setelah tabrakan sama Aerox itu (tubuh) korban masuk ke kolong truk. Bukan kecelakaan sama truk dahulu,’’ ungkap Suriyono, warga setempat.

Akibatnya, Ratna tewas seketika karena mengalami luka serius di kepala. Sementara anaknya yang hanya mengalami lecet, selamat dari maut. ’’Pelajar warga Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, (pengendara Aerox) itu patah tangan kanan. Yang anak SD selamat,’’ terang pria 45 tahun ini.

Hal senada dilontarkan Ahmad Yani, sopir truk tronton. Ia mengaku tak bisa menghindari insiden ini lantaran terjadi begitu cepat. ’’Motor korban ini kecelakaan dulu terus jatuh ke kolong truk, saya mau menghindar sudah tidak bisa. Ini antar muatan dari Jember ke Toko Eli (di Desa Mlaten),’’ ucapnya, di lokasi.

Peristiwa ini langsung ditangani kepolisian. Dibantu sukarelawan dan PMI Kabupaten Mojokerto, petugas berjibaku mengevakuasi para korban. ’’Evakuasi (korban Ratna) tadi susah, satu jam lebih. Karena posisinya kegencet roda truk,’’ sambung Suriyono.

Oleh petugas, jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk divisum. Sementara dua korban luka mendapat penanganan medis di rumah sakit. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Sambiroto #terlindas tronton #antar anak sekolah #puri mojokerto #mlaten