GEDEG - MS, 31, warga Kecamatan Jogoroto, Jombang, melompat ke Sungai Brantas dari Jembatan PG Gempolkrep di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, kemarin (29/9). Pemuda itu diduga nekat mencoba bunuh diri setelah tak tahan dimarahi orang tua (ortu) karena menganggur dan suka mabuk-mabukan.
Peristiwa percobaan bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 05.00. Petugas keamanan jembatan melihat MS tiba-tiba melompat ke Sungai Brantas setelah beberapa saat duduk di pembatas jembatan. Sambil berlari mendekat, saksi meneriaki korban yang telah terjun ke sungai.
Di luar dugaan, korban ternyata masih mampu berenang. Dia lalu merangkul tiang jembatan di dekatnya. ’’Korban tidak jadi bunuh diri,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Gedeg Aiptu Agus Sadikin.
Menggunakan tangga gantung, saksi bersama warga yang melintas kemudian menolong korban untuk kembali naik ke atas jembatan. Meski berhasil selamat, MS mengalami trauma usai kejadian tersebut. Oleh petugas kepolisian, korban kemudian dimintai keterangan. Kepada polisi, pria kurus itu mengaku mengalami depresi. Dia sudah lama menganggur. Selain itu, kondisi di rumahnya juga tak harmonis. Orang tuanya sering marah karena dirinya sering mabuk-mabukan. ’’Di-uring-uring orang tuanya karena tidak kerja, kerjanya mabuk saja, akhirnya niat melompat ke sungai,’’ tuturnya.
Atas insiden tersebut, polisi lantas menghubungi tenaga kesehatan di desa tempat tinggal korban. Setelah dipastikan kondisinya stabil, korban kemudian dibawa pulang. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi