KOTA - Damkar Kota Mojokerto mengevakuasi sanca kembang berukuran jumbo di SMA Islam Brawijaya, Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (30/5) pagi. Ular sepanjang 4 meter dengan berat 40 kilogram itu berkeliaran di atap kelas. Walhasil sejumlah siswa yang tengah ujian diungsikan ke musala sekolah.
Keberadaan ular tersebut dilaporkan ke damkar pukul 07.51. Meski siswa SMA libur cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus, terdapat sejumlah murid MI Masda, Kemlagi, yang sedang menjalani ujian di sekolah tersebut. ’’Anak-anak akhirnya dipindahkan ke musala biar tidak terjadi apa-apa,’’ kata Khusairi, guru bahasa Inggris SMA Islam Brawijaya di lokasi.
Menurutnya, sanca telah memangsa seekor kucing yang selama ini berkeliaran di lingkungan sekolah. Sudah beberapa hari terakhir kucing tersebut tak terlihat. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi perut ular yang membesar. ’’Kemungkinan perutnya gemuk itu setelah makan satu kucing,’’ imbuh dia.
Kemunculan sanca di atas genting meresahkan warga sekolah. Terlebih dengan ukurannya yang termasuk besar semakin membuat panik dan takut. Karena itu mereka melapor ke damkar supaya dievakuasi.
Komandan Regu Damkar Kota Mojokerto Suyitno mengatakan evakuasi dilakukan dengan menurunkan ular dari atap terlebih dahulu. Dua petugas dan seorang relawan yang menaiki gedung berbagi tugas. Ada yang menarik ekor ular dan menahan kepalanya agar tidak menyerang. ’’Karena ularnya terlalu panjang dan berat jadi cukup susah, apalagi ini di atap gedung jadi harus hati-hati supaya tidak jebol,’’ tuturnya.
Setelah sekitar seperempat jam berjibaku, sanca akhirnya dapat diturunkan dari atap lalu dijinakkan. Meski tak berbisa, lanjut Suyitno, gigitan jenis ular ini sangat kuat dan lilitannya mematikan. ’’Kapan hari warga Lingkungan Ketidur digigit perutnya dan harus dibawa ke rumah sakit,’’ imbuh dia.
Suyitno menduga hewan melata tersebut jatuh dari pepohonan yang berada di belakang sekolah. Di sana terdapat semak-semak yang mungkin saja selama ini jadi sarang sanca. ’’Untuk sementara ular kami bawa ke kantor dan dikurung, selanjutnya kami serahkan ke penangkaran di Sidoarjo,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi