Pencarian Dilakukan dengan Tradisi Bluk-Bluk Neng
TRAWAS - Warga Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, sempat digegerkan dengan kasus orang hilang. Setelah melakukan pencarian dengan segala cara, korban akhirnya ditemukan di tengah hutan, kemarin Rabu (16/4).
Peristiwa ini menimpa HAAF alias Femas, 25, warga setempat. Ayah satu anak ini meninggalkan rumahnya sejak Senin (14/4) pukul 23.00. Dia terakhir kali terlihat melangkah ke kawasan hutan yang berjarak beberapa ratus meter dari rumahnya.
”Rumahnya kan di RT 8, RW 2, dia lari ke RT 5. Tepatnya di kebun bambu sebelah tower," ujar Didik Sugianto, warga setempat. Didik menjelaskan, warga sempat memergoki Femas sebelum mendadak hilang di tengah kegelapan hutan.
Ketika itu, korban tidak terlihat seperti biasanya. Pandangannya tampak kosong dan linglung. ”Dari cara jalannya, pandangannya, seperti pikirannya kosong. Pas lihat warga, dia langsung lari menjauh,” ungkapnya.
Dari situ, keberadaan Femas sempat tidak diketahui. Didik mengatakan, pihak keluarga dan warga setempat langsung menyusuri lokasi untuk melakukan pencarian. Selain itu, seni bantengan dan gamelan turut didatangkan ke titik terakhir Femas terlihat.
”Di sini nyebutnya (tradisi) bluk-bluk neng. Warga juga bikin bunyikan suara dari tempeh atau wajan. Karena agak aneh, banyak warga yang lihat tapi nggak pernah kena,” beber pria yang juga menjabat ketua BUMDes Adhinata Mandiri Kedungudi ini.
Peristiwa ini berawal ketika Femas yang sehari-hari tinggal di Kecamatan Bangsal bersama anak istrinya diajak pulang orang tuanya pada Sabtu (12/4) lalu. Oleh keluarganya, Femas disebut dikurung di dalam rumah. Saat keluarganya lengah, korban lantas kabur ke area hutan. ”Karena ada masalah sama istrinya atau seperti apa, kurang tahu pasti, kenapa tiba-tiba diajak pulang. Dia kabur waktu ditinggal orang tuanya ke kamar mandi,” terangnya.
Hingga akhirnya korban ditemukan warga saat berada di gubuk tengah hutan di utara desa. Femas ditemukan dalam kondisi selamat meski tingkat kesadarannya menurun. Peristiwa seperti ini, lanjut Didik, pernah terjadi tiga tahun lalu. Waktu itu, seorang lansia perempuan dikabarkan mendadak hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. ”Kemarin belum sempat lapor polisi. Terus dicari keluarganya dan warga,” tukas Didik. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi