- Rumah Tersingkap, Puluhan Pohon Tumbang hingga Warkop Terbang
- Warga Diimbau Waspada, Angin Kencang Masih Berpotensi Muncul
KOTA - Angin kencang yang menerjang Kota Mojokerto dua hari terakhir membuat warga ketar-ketir. Dampaknya, puluhan bangunan rusak, bahkan sampai ada yang terbang.
Kemarin (9/2), empasan angin mengakibatkan rumah-rumah di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, porak-poranda. Rata-rata atapnya tersingkap. Angin ribut yang datang dalam hitungan menit saat hujan deras sekitar pukul 14.00 itu juga merusak warung kopi (warkop) dan bengkel motor.
’’Total sekitar 15 bangunan rusak, ambruk dan atapnya tersingkap,’’ ujar Lurah Blooto Wahyudi di lokasi Warkop Giras Selir 99 yang terdampak, kemarin sore. Kencangnya angin membuat warkop dengan rangka baja ringan ini terbawa ke Jalan Raya Blooto.
Di seberang warkop, sebuah bengkel motor rusak total. Bangunan galvalumnya terangkat, sedangkan dua unit motor ringsek tertimbun barang-barang. Selain diempas angin ribut, Wahyudi mengatakan, beberapa rumah juga rusak karena tertimpa pohon tumbang. ’’Warga kerja bakti menangani pohon yang menutup jalan, untuk yang membutuhkan alat berat kami meminta bantuan ke DLH,’’ tandasnya.
Terjangan angin kencang juga berimbas serius di Kelurahan Prajurit Kulon. Genting rumah terbalik, atapnya rontok, hingga panggung dan tenda untuk persiapan ruwah desa ambruk. Beberapa bangunan semi permanen seperti warkop di kawasan Rejoto juga runtuh.
Pada saat bersamaaa, di Taman Suromulang, Kelurahan Surodinawan, angin kencang mengakibatkan tiang listrik dan pohon tumbang. Batang pohon menimpa pagar area bermain anak serta motor pengunjung. ’’Anginnya gemuruh dari arah barat, untungnya orang-orang sudah berteduh karena hujan duluan,’’ sebut Sunarto, warga di lokasi.
Sebelumnya, enam pohon di Kota Mojokerto tumbang akibat angin kencang, Sabtu (8/2) sore. Salah satunya menimpa dua mobil di kompleks Gelora Ahmad Yani. Malamnya, angin kencang dilaporkan telah menyapu sembilan rumah dan TPQ di wilayah utara Sungai Brantas, Kecamatan Jetis, Gedeg, dan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Empasan angin juga menyebabkan empat pohon besar tumbang. ’’Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi angin kencang masih terjadi,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi