Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ratusan Rumah Terendam, Atap Sekolah Ambruk

Farisma Romawan • Minggu, 8 Desember 2024 | 14:25 WIB
TERENDAM: Rumah warga di Dusun/Desa Tempuran, Kecamatan Sooko tergenang banjir, Sabtu (7/12)
TERENDAM: Rumah warga di Dusun/Desa Tempuran, Kecamatan Sooko tergenang banjir, Sabtu (7/12)

- Dua Desa Masih Terdampak Banjir
- Genangan di 19 Desa Berangsur Surut

KABUPATEN – Ratusan rumah warga masih tergenang banjir hingga kemarin (7/12) petang. Masing-masing di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, dan di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Pompa penyodot banjir diaktifkan untuk meminimalisir imbas banjir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menerangkan, wilayah Kecamatan Bangsal yang sebelumnya tergenang banjir, kemarin (7/12) petang telah surut signifikan. Baik di Desa Salen maupun di Desa Tinggarbuntut.

Warga Desa Salen sudah bisa beraktivitas normal lantaraan genangan air di dalam rumah makin rendah. ”Di Desa Tinggarbuntut genangan di dalam rumah surut total sekitar pukul 11.00,” ujarnya.

Dia menjelaskan, terdapat dua desa yang masih tergenang banjir. Di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari genangan banjir bertahap meningkat sejak pukul 23.00. BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, sekitar 380 rumah warga dan sawah seluas 22 hektare tergenang banjir luapan Sungai Sadar.

Genangan air di dalam rumah warga setinggi 60 cm, sedangkan di jalan desa mencapai 1 meter. ”Banjir di Jotangan akibat satu titik tanggul (Sungai Sadar) di Dusun Gembongan jebol,” jelasnya. Penanganan darurat dengan memasang karung pasir dam gedek pun dilakukan.

BUTUH PERBAIKAN: Warga Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan  Jetis membersihkan material atap atap gedung TK An Nur Ridlotillah yang ambruk usai diterpa hujan, Jumat (6/12).
BUTUH PERBAIKAN: Warga Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis membersihkan material atap atap gedung TK An Nur Ridlotillah yang ambruk usai diterpa hujan, Jumat (6/12).

Sedangkan banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko mulai menggenangi 27 rumah warga dan dua sekolah sejak kemarin pukul 07.00. Seiring dengan meluapnya debit afvoer Jombok yang notabene kiriman dari wilayah Jombang. ”Terparah dialami bangunan (rumah) yang belum ditinggikan. Untuk jalan desa masih aman,” urai Khakim.

Genangan banjir bertahap surut setelah pompa penyedot banjir milik BBWS Brantas di dua desa tersebut diaktifkan. Di sisi lain, dapur umum (DU) untuk pemenuhan logistik warga terdampak masih belum didirikan. ”Untuk dapur umum, masih menunggu perkembangan dan instruksi lebih lanjut,” tukasnya.

 Sementara itu, selain menyebabkan banjir di beberapa desa, hujan deras yang terjadi di Mojokerto Raya dalam beberapa hari terakhir ini turut mengakibatkan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Atap TK An Nur Ridlotillah di Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis tiba-tiba ambruk, Jumat (6/12). Akibatnya, 23 siswa TK dan 9 anak PAUD terpaksa diliburkan dari aktivitas belajar untuk beberapa hari ke depan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, ambruknya atap gedung sekolah ini terjadi sekitar pukul 11.30. Saat itu, kayu penyangga atap teras depan kelas ini tiba-tiba ambruk akibat tak mampu menahan beban.

Beruntung, saat peristiwa terjadi, sekolah sudah dalam keadaan kosong. Baik siswa maupun guru sudah meninggalkan sekolah setelah jam pembelajaran berakhir pukul 10.00.

’’Ya, kami mendapat informasinya Jumat (6/12) siang, tapi baru dilaporkan pada hari ini (kemarin, Red),’’ ungkap Kepala Desa Lakardowo M. Khusaini, kemarin.

Belum diketahui pasti penyebab utama ambruknya atap berukuran berukuran 2x4 meter ini. Namun, diperkirakan kayu penyangga telah mengalami pelapukan. Bahkan, diketahui sekolah belum pernah tersentuh proses rehabilitasi selama beberapa tahun belakangan.

Sehingga ketika terjadi hujan dengan waktu lama, kayu penyangga atap tidak kuat menahan beban. ’’Masih kami konfirmasikan ke pihak sekolah untuk penyebabnya. Sementara ini sudah dilokalisir agar tidak terjadi hal-hal menimbulkan masalah,’’ imbuhnya. Atas peristiwa tersebut, puluhan siswa terpaksa diliburkan dari seluruh aktivitas di sekolah. Terhitung sejak Jumat (6/12) hingga kemarin (7/12) kemarin.

Pemberitahuan libur melalui pesan Whatsapp (WA) juga telah disampaikan pihak sekolah kepada wali murid. Siswa juga dianjurkan belajar di rumah agar kesehatannya tetap stabil di tengah situasi hujan dengan intensitas tinggi.

Sebelumnya, banjir menggenangi 21 desa di enam kecamatan di Kabupaten Mojokerto sejak Kamis (5/12) malam. Mulai di Kecamatan Ngoro, Pungging, Mojosari, Bangsal, Mojoanyar, dan Sooko. Sebanyak 3 ribu warga terdampak akibat rumahnya terendam banjir. Namun, tren banjir berangsur surut sejak Jumat (6/12) malam. (vad/far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#banjir #musim hujan #sooko mojokerto #tempuran #bpbd