JATIREJO - Jalan Raya Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mendadak ambles, Kamis (19/9) pagi.
Beruntung, saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas di lokasi. Munculnya lubang sedalam 2 meter tersebut disinyalir akibat tergerus aliran sungai di bawah jalan.
Amblesnya jalan beton tersebut terjadi sekitar pukul 10.30. Ketika itu, jalan kabupaten tersebut sedang dilintasi pengendara sebagaimana biasanya. Tiba-tiba, separo ruas jalan dengan lebar sekitar 7 meter tersebut ambles.
Dan dibarengi dengan suara gemuruh cukup keras. ’’Alhamdulillah waktu kejadian tadi nggak ada yang terperosok. Yang ambles jalan sisi selatan,’’ ujar Camat Jatirejo Harfendy Setiyapraja.
Kejadian ini membuat lubang menganga dengan dimensi sekitar 3x4 meter dan kedalaman 2 meter.
Tampak, material pondasi jalan poros penghubung Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, ke Desa Karangjeruk, Jatirejo, ini melompong. Disinyalir, kejadian ini imbas gerusan aliran sungai di bawah jalan.
’’Kemungkinan ini jembatan zaman kolonial yang dibangun dari susunan bata tanpa dicor. Informasi dari warga, kalau musim hujan memang di situ arusnya deras. Jadi karena sering kegerus itu akhirnya ambrol,’’ bebernya. Akibatnya, separo jalan poros tersebut tak bisa dilewati kendaraan. ’’Yang sisi utara masih bisa dilewati. Tetapi itu bawahnya juga sudah ngerong,’’ tambah camat.
Kejadian ini, lanjut Harfendy, telah dilaporkan ke DPUPR Kabupaten Mojokerto. Oleh petugas, lubang menganga tersebut telah dipasangi garis peringatan.
’’Tadi sudah langsung saya teruskan ke PURPR dan sudah dicek ke lapangan. Untuk tindak lanjut secara teknisnya nanti seperti apa, kami serahkan sepenuhnya ke PU. Pada prinsipnya, kami berharap supaya bisa segera diperbaiki mengingat ini jalan poros,’’ terangnya.
Praktis, sementara ini diberlakukan pengalihan arus bagi kendaraan roda empat atau lebih untuk mencegah terjadinya hal tak diinginkan. Meski pengguna jalan harus memutar beberapa ratus meter lebih jauh.
’’Untuk pengalihan arus nanti bisa lewat Dusun Karangri (Desa Karangjeruk) sampai Perbatasan Desa Karangjeruk-Desa Mojogeneng,’’ tukas Harfendy. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi