Jawa Pos Radar Mojokerto - Meninggalnya tewasnya Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko akibat gandir (gantung diri), Minggu (11/8) siang di rumahnya, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten meninggalkan duka mendalam.
Rekan sejawat, baik sesama perwira maupun anggota polisi lainnya tampak berada di rumah duka.
Selama berkarir di Polres Mojokerto Kota, polisi berpangkat melati satu ini dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak neko-neko.
Meski akhir-akhir ini fisiknya melemah dan sering sakit-sakitan, namun Maryoko selalu ingin tampil maksimal, khususnya di hadapan pimpinan.
Saat dikabarkan tewas , banyak anggota polisi yang tak menyangka jika bapak dua anak ini nekat mengakhiri hidup dengan cara tak wajar.
Informasi yang dihimpun, pria yang sempat menjabat Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota tahun 2014-2017 ini sebelumnya memang mengeluh sakit yang luar biasa.
Terutama setahun terakhir sejak dimutasi dari kabagops menjadi kapolsek September 2023 lalu.
Dadanya sering sesak dan nafas yang kurang teratur. Tak hanya itu, dia juga kerap mengalami pusing karena mengidap darah tinggi atau hipertensi.
Sempat dua kali mengalami serangan stroke sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif dari tim medis.
’’Dulu waktu jadi kabagops, sempat izin karena masuk rumah sakit akibat stroke. Terus kemarin waktu jadi kapolsek, juga sempat masuk rumah sakit lagi dengan keluhan sakit yang sama,’’ ungkap rekan sesama perwira.
Dari kabar yang diterima, Maryoko sudah beberapa kali berobat dan kontrol ke dokter. Namun, hasilnya tak menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Terakhir terlihat ke publik saat Maryoko ditugaskan pengamanan gerak jalan dan sepeda hias pelajar Kota Mojokerto di Surodinawan, Sabtu (10/8) pagi.
Selang sehari, tepatnya saat pengamanan jalan santai di Alun-Alun Wiraraja, dia sudah tak lagi terlihat berdiri menjaga keamanan bersama perwira lainnya.
Hingga akhirnya ia ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya, Minggu (11/8) pukul 14.00.
’’Informasi meninggalnya pukul 14.00. Tadi pagi (kemarin, red) sempat izin tidak bertugas pam (pengamanan) jalan santai. Untuk kronologinya karena sakit, namun tidak tahu sakitnya apa. Pernah dirawat di rumah Sakit Gatoel,’’ imbuh Kasihumas Polres Mojokerto Kota, Ipda Agung Suprihandono.
Editor : Hendra Junaedi