KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – NP, 46, warga Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di dalam kamarnya, Kamis (6/6) petang.
Temuan jasad bapak empat anak ini setelah tercium aroma tak sedap dari dalam rumah. Tewasnya korban diduga akibat bunuh diri empat hari sebelumnya.
Temuan jasad korban berawal dari kecurigaan EF, istri korban yang baru saja pulang pukul 17.00 usai bekerja dari luar kota.
Saat itu, dia mencium aroma tak sedap usai membuka pintu depan rumah. Curiga ada yang tak beres, EF lantas meminta bantuan AYY, adiknya untuk melihat kondisi rumah secara keseluruhan.
Keduanya lantas mendekat ke dalam kamar tengah yang tercium aroma menyengat. Saat pintu didobrak, barulah diketahui terdapat jasad korban sudah tergeletak di lantai.
’’Saya datang pukul 16.00. Kondisi rumahnya tertutup, pas dibuka ada bau menyengat, terus saya minta bantuan ke adik,’’ ungkap EF. Temuan tersebut sontak membuat geger warga sekitar. Tak berselang lama, tim dari polsek Prajurit Kulon dan INAFIS Polres Mojokerto Kota datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi. Hasilnya, sejumlah benda yang disinyalir dijadikan alat oleh korban untuk bunuh diri.
Seperti kursi plastik, sarung warna coklat, dan ikat pinggang warna hitam tergantung di atas tiang penyangga atap kamar.
Termasuk buku berisikan surat wasiat yang meminta keluarga merelakan kepergiannya. ’’Dalam surat wasiat, korban minta agar keluarganya mengikhlaskan,’’ ujar Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko.
Tak hanya itu, usai dievakuasi relawan PMI dan RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, turut ditemukan bekas luka pada leger bagian depan. Luka tersebut diduga kuat bekas jeratan ikat pinggang yang dipakai korban untuk gantung diri.
Peristiwa pilu tersebut juga diperkirakan berlangsung tiga hari sebelum jasad korban ditemukan membusuk di kamar. ’’Ditemukan bekas luka di leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban menyadari keadaan ini dan tidak berkenan untuk dilakukan autopsi,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi