Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tempat Produksi Kopi di Sooko Mojokerto Disatroni Ular Berbisa, Petugas Damkar Evakuasi Ular Kayu Sepanjang

Martda Vadetya • Selasa, 6 Februari 2024 | 19:00 WIB

EVAKUASI: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto menunjukkan ular kayu yang dievakuasi dari tempat di Perumahan Griya Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Senin (5/2).
EVAKUASI: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto menunjukkan ular kayu yang dievakuasi dari tempat di Perumahan Griya Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Senin (5/2).
SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tempat usaha di Perumahan Griya Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, disatroni ular berbisa, Senin (5/2) sore.

Sempat membuat panik, seekor ular kayu yang merangsek masuk ke dalam bangunan dua lantai ini dievakuasi petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto.   

Komandan Regu (Danru) Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto menerangkan, peristiwa yang dialami Hindra S ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00.

Saat tengah beraktivitas, Hindra dikejutkan dengan keberadaaan seekor ular yang melata masuk ke dalam tempat usahanya yang produksi kopi. 

Gagal dihalau, pihaknya sempat dibuat panik saat ular saat ular bernama latin calloselasma rhodostoma ini merangsek masuk ke bawah tangga menuju lantai dua dan bersembunyi di antara tumpukan perkakas.

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, peristiwa ini lantas dilaporkan ke tim Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan evakuasi.

’’Untuk evakuasi ini kami kerahkan satu unit PMK dan tiga personel,’’ sebut Sukamto. 

Proses evakuasi, lanjut Sukamto, tidak membutuhkan waktu lama. Berbekal dua alat penjapit khusus, jenis ular tanah sepanjang 1 meter tersebut langsung dievakuasi petugas ke dalam boks khusus.

’’Evakuasinya sekitar 10-15 menit. Sementara (ular) kami bawa ke Posko Damkar Jabon untuk nanti dilepas liarkan ke habitatnya,’’ tutur Danru. 

Dikatakannya, hewan buas tersebut masuk ke kawasan permukiman warga lantaran sarangnya terganggu. Terutama, karena faktor tingginya intensitas hujan belakangan ini.

Sehingga masyarakat diimbau untuk mengantisipasi keberadaan hewan buas di sekitar lingkungan.

’’Ular keluar sarang karena terganggu genangan air. Kami imbau masyarakat selalu waspada. Yakni dengan rutin membersihkan lingkungan sekitar dan meletakkan kamper di sudut-sudut rumah karena bebauan seperti itu tidak disukai ular,’’ tandas Sukamto. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#ular #produksi #tempat #mojokerto #kopi #kayu