Sesuai prediksi, arus balik masa libur panjang pergantian tahun terjadi pada Senin (1/1).
Lalu lintas di kawasan wisata Pacet-Trawas padat merayap hingga diberlakukan skema pengalihan arus sejak pagi hingga sore.
Penumpukan kendaraan roda dua dan empat di jalur wisata mulai terjadi sejak Senin (1/1) pagi. Laju kendaraan di ruas jalur keluar dan masuk kawasan wisata tampak merayap.
Kendati begitu, arus kendaraan tidak mengalami kemacetan total. ’’Arus lalu lintas di Pacet dan Trawas padat merayap, tidak sampai stuck,’’ ujar Kabid LLAJ DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Setyo Budi.
Hal ini tak lepas dari adanya lonjakan jumlah kendaraan yang melintas di kawasan wisata. Seiring meningkatnya wisatawan lokal dan luar daerah yang melancong ke wilayah Pacet-Trawas.
Dishub mencatat, sekitar 69 ribu kendaraan roda dua dan 23 ribu kendaraan roda empat memadati ruas jalur Pacet-Trawas.
’’Ada peningkatan jumlah kendaraan sekitar 60 persen untuk R4 dan 40 persen untuk R2 di banding hari biasa. Mulai ada peningkatan ini bertahap sejak Minggu (31/12),’’ ungkapnya.
Menurutnya, adanya peningkatan jumlah kendaraan wisatawan ini sesuai prediksi pemerintah.
Sehingga, bersama TNI/Polri, skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah di kawasan wisata.
’’Sesuai prediksi, peningkatan kendaraan ini di puncak libur nataru pada hari ini. Lebih tepatnya, arus balik dari libur panjang ini,’’ urai Setyo.
Guna mengantisipasi adanya kemacetan total, petugas gabungan memberlakukan skema pengalian arus di sejumlah titik ruas jalan.
Mulai dari sekitar Bundaran Pacet, Simpang Tiga Daplang Trawas, Simpang Tiga Jatijejer Trawas, hingga Simpang Tiga Gondang.
Sejumlah kendaraan dialihkan ke jalur alternatif untuk menekan penumpukan kendaraan dan kemacetan yang mengekor.
’’Sore ini tadi (Senin, 1/1) diberlakukan pengalihan arus di Simpang Tiga Klenteng Mojosari dan buka tutup di Simpang Empat Awang-Awang juga. Pemberlakukan alih arus ini untuk menghindari crossing kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan,’’ paparnya.
Setyo menyebut, skema rekayasa lalu lintas pada Senin (1/1) diberlakukan sejak pagi hingga sore hari. Pasalnya jumah lalu lalang kendaraan melonjak drastis pada hari terakhir libur panjang nataru ini.
’’Alih arus hari ini (Senin, 1/1) sampai sore karena kepadatannya signifikan. Berbeda dengan hari Minggu (31/12) kemarin yang diberlakukan situasional, setelah lancar alih arus selesai,’’ tukas Kabid LLAJ. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah