Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Diduga, kobaran api dipicu tumpahan solar yang menetes ke mesin mobil.
Peristiwa ini menimpa mobil pikap Suzuki Carry Futura warna hitam nopol S 8431 SA milik Antok Pribadi, 43, warga Dusun Talok, Desa Salen, Kecamatan Bangsal.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.30 ini dialami Antok saat melintas di Jalan Desa Kedunggempol.
"Ini tadi pulang dari Tarik (Sidoarjo) mau ke Bangsal. Habis ada hajatan di Tarik," terangnya di lokasi.
Antok menyebut, saat di lokasi tiba-tiba muncul percikan api di belakang bangku kemudinya.
Antok yang saat itu berkendara seorang diri sontak menghentikan laju mobil dan menyelamatkan diri. "Lihat ada api di belakang, saya langsung keluar," sebutnya.
Dengan cepat api menyambar seluruh bagian mobil. Bahkan, sempat terjadi tiga kali ledakan saat api mengamuk. Beruntung, Antok selamat dari jilatan api.
"Ada tiga kali ledakan tadi. (Saya) tidak sampai terluka, langsung keluar menjauh tadi. Nggak ngatasi mau memadamkan," beber Antok.
Tidak ada pengguna jalan lain yang terdampak dari peristiwa ini. Sebab, saat kebakaran terjadi lalu lintas jalan desa sedang sepi.
Kepulan asap kebakaran membuat warga mendatangi lokasi dan melapor ke Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto.
Satu armada berikut 4 orang personel Damkar diterjunkan ke lokasi. Api dinyatakan padam sekitar pukul 13.00.
Akibatnya, angkutan barang milik Antok ludes tak tersisa. Kerugian yang dialami ditaksir mencapai lebih dari Rp 10 juta. "Ya diikhlaskan saja, namanya juga musibah," tuturnya.
Diduga, kebakaran ini dipicu tumpahnya dua jerigen berisi 30 liter solar yang dibawa di bak belakang. Yang menetes mengenai mesin mobil hingga timbul percikan api.
"Kemungkinan karena solar di belakang itu tumpah lalu netes ke mesin. Tadi bawa solar karena memang buat diesel. Saya memang usaha persewaan sound system buat hajatan," urai Antok.
Ditambahkannya, saat kejadian tidak muatan lain di bak pikap selain dua jerigen solar tersebut. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah