Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Damkar Kota Mojokerto Potong Cincin Pasien Rumah Sakit, Tak Bisa Dilepas saat Akan Dioperasi

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 30 Agustus 2023 | 23:15 WIB

HATI-HATI: Petugas berusaha memotong cincin Harianto menggunakan gerinda di halaman kantor Damkar Kota Mojokerto kemarin.
HATI-HATI: Petugas berusaha memotong cincin Harianto menggunakan gerinda di halaman kantor Damkar Kota Mojokerto kemarin.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harianto, 69, warga Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto harus dibawa ambulan RS Dian Husada, Sooko ke kantor Damkar Kota Mojokerto.

Itu setelah cincin di jari manis tangan kanannya tak bisa dilepas saat hendak dioperasi, Selasa (29/8).

Proses pemotongan cincin oleh petugas damkar terpaksa dilakukan agar luka patah tulang sang pasien tak semakin parah, sehingga perlu dioperasi untuk mempercepat penyembuhan.

Meski tak sampai menyebabkan luka, namun proses pelepasan cincin berjalan cukup dramatis. Bahkan, saat akan dipotong, Harianto harus turun bersama dengan tandu ambulan yang ia tumpangi.

Selang infus yang menancap di tangan kirinya juga turut menemaninya saat proses pemotongan cincin berjalan di depan kantor damkar Jalan Bhayangkara tersebut.

Pun juga saat pemotongan. Petugas harus menggerinda cincin dengan penuh hati-hati agar tak melukai tangan pria paro baya tersebut.

Termasuk juga agar cedera patah tulang jari manisnya tak semakin parah usai cincin yang dikenakan dipotong. Cincin akhirnya berhasil terlepas selang 45 menit kemudian.

’’Ada kesulitan, karena ada tulang yang patah dan jarinya yang bengkak. Pria ini (Harianto, Red) sudah dirawat di rumah sakit sebelumnya,’’ beber Sekretaris UPTD Damkar Kota Mojokerto, Heroe Sasangka.

Heru menegaskan, upaya pelepasan oleh tim damkar karena pihak rumah sakit tak memiliki keahlian memotong benda logam. Sementara luka patah tulang terhalang oleh cincin yang melingkar.

Sehingga proses operasi belum bisa berjalan. Padahal, luka tersebut harus sesegera mungkin dioperasi agar tidak semakin parah.

’’Pihak rumah sakit menghubungi kami dan langsung meluncur ke sini. Berdasarkan informasi dari keluarga, sudah hampir satu mingguan dirawat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Titik anak korban mengatakan, patah tulang jari manis setelah ayahnya itu terjatuh saat beraktivitas di rumah.  Korban lantas dibawa ke rumah sakit untuk menjalani dioperasi.

Akan tetapi, pembetulan tulang tersebut terhalang oleh cincin yang dikenakan korban. Sehingga harus dipotong terlebih dulu sebelum bisa dibedah dan dibetulkan.

’’Habis jatuh, tahunya langsung bengkak. Dibawa ke rumah sakit dan dikasih obat juga, namun ternyata tambah membengkak dan cincin menutup luka patah tulangnya,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#damkar #kota #mojokerto #rumah sakit #potong #cincin