Razia digelar dalam dua hari berturut-turut untuk meminimalisir tingkat pelanggaran lalu lintas sekaligus tindak kriminalitas yang meningkat akhir-akhir ini.
Dalam razia tersebut, sejumlah pengendara sempat kejar-kejaran dengan petugas saat akan melintasi area pemeriksaan. Beberapa pemotor bahkan nekat putar balik dan melawan arus untuk menghindari pemeriksaan. Khususnya para pemotor remaja dari arah Jalan Brawijaya yang hendak menuju Jalan Hayam Wuruk untuk menikmati malam akhir pekan.
Tak ingin kecolongan, sejumlah petugas juga sempat mengejar para pengendara agar tidak lari. Beberapa petugas juga sempat menegur pemotor, khususnya remaja yang membawa motor berknalpot brong dan tidak dilengkapi helm.
Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjio Budi Santoso mengatakan, pelaksanaan razia berurutan selama dua hari terakhir ini setelah banyak ditemukan keluhan dari masyarakat tentang maraknya aksi balap liar dan arak-arakan motor. Khususnya di malam hari yang dinilai mengganggu keamanan warga Kota Mojokerto. Sehingga perlu dicegah dan ditindak pelakunya sebagai efek jera.
''Untuk menindaklanjuti keluhan dari masyarakat itu, kami melaksanakan pemeriksaan kepolisian di dua titik. Dan hasilnya terdapat 109 kendaraan motor yang ditilang karena melanggar aturan,'' ujarnya.
Heru menegaskan, operasi gabungan nantinya akan rutin digelar secara berkala untuk meminimalisir lagi gangguan keamanan. Di mana, dua kali dalam sepekan menjadi waktu yang efektif guna mencegah munculnya angka kecelakaan. Lokasi razia juga akan berpindah-pindah menyesuaikan situasi lalu lintas yang berkembang di masyarakat.
''Untuk lokasinya, kami menyesuaikan kondisi. Secara periodik nantinya akan rutin dilakukan pemeriksaan setiap minggu sebanyak dua kali,'' tambahnya.
Sebanyak 109 motor langsung digelandang ke Mapolres usai ditilang. Pelanggaran sebagian besar didominasi kendaraan yang tidak sesuai spek. Mulai dari knalpot brong, ban kecil, pergantian warna, tanpa spion, hingga pengendara yang tidak mengenakan helm.
Mereka terjaring dari tiga arah, yakni Jalan Brawijaya, jalan Majapahit utara Alun-alun, serta dari jembatan Lespadangan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg.
''Yang berusaha melarikan diri, beberapa bisa kami hentikan dan amankan. Namun kami juga tetap mengedepankan keselamatan baik anggota maupun pengguna kendaraan,'' pungkasnya. (far) Editor : Fendy Hermansyah