Alat berat backhoe milik DPUPR Kabupaten Mojokerto tiba di lokasi sekitar pukul 09.20. Pengerukan langsung dilakukan supaya sapi yang terjebak dalam lubang berdiameter 1 meter itu bisa segera dikeluarkan. Proses penggalian ini berlangsung hampir satu jam lamanya. Alat berat harus berhati-hati agar tak mengenai sapi yang tampak sudah lemas. Dikhawatirkan pula tanah bisa longsor sehingga justru menimpa sapi yang minggu ini diperkirakan akan melahirkan tersebut.
Proses evakuasi ini disaksikan puluhan warga yang turut penasaran. Sesekali warga dan relawan turun mendekat ke sapi untuk mengeruk tanah menggunakan cangkul dan linggis. Proses ini berlangsung berulang-ulang sampai badan sapi mulai bisa digerakkan. Saat sapi hendak dituntun naik ke permukaan, namun belum bisa bergerak banyak.
Atas inisiatif warga, sapi betina berkulit coklat itu disirami air dan diberi makan lantaran badannya kadung lemas. Maklum setidaknya sejak pukul 05.00, sapi tersebut sudah terjerembab ke lubang. Badannya melingkar dan sama sekali tak bisa bergerak. Hanya kepalanya yang sesekali mendongak dan napas yang terengah-engah tanda dia masih hidup.
Setelah kondisinya mulai pulih, sapi akhirnya bisa dibawa naik ke permukaan sekitar pukul 11.00. "Setelah dibuat jalur dengan digali menggunakan bakchoe, alhamdulilah sapi bisa dikeluarkan dalam kondisi selamat," kata Komandan Regu Damkar Pos Jabon Sukamto. Disebutnya, evakuasi harus dilakukan dengan bantuan alat berat lantaran kondisi sapi tak memungkinkan ditarik secara manual.
Sebagaimana diketahui, seekor sapi lepas dari kandang dan masuk ke lubang bekas sumur sedalam tiga meter di Dusun Kasiyan, Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin (8/5) pagi. Sapi yang sedang bunting tua tersebut masuk ke ke bekas sumur yang berjarak sekitar 10 meter dari kandang. "Saya diberi tahu sama tetangga kalau sapinya lepas dan masuk sumur," kata Sofi'i, pemilik sapi di lokasi.
Kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00. Tak ada yang tahu pasti penyebab sapi bisa sampai lepas. Sebab, lokasi kandang terpisah dari rumah Sofi'i. Di sana, ada sepasang sapi miliknya. Kondisi kandang selama ini juga tidak tertutup.
Diduga, tali sapi putus lantaran kuatnya tenaga sapi yang sebentar lagi akan melahirkan tersebut. "Kalau sumurnya ini sudah puluhan tahun tidak dipakai. Tapi masih menganga lubanganya. Niatnya nanti ditutup sekalian supaya tidak membahayakan," imbuhnya.
Kejadian sapi masuk bekas sumur ini dilaporkan ke pos Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 06.30. Setiba di lokasi, dua unit damkar langsung melakukan asesmen. Hasilnya, sapi tak bisa dievakuasi secara manual sehingga membutuhkan bantuan alat berat. "Karena kondisinya yang sempit jadi harus digali dulu pakai backhoe," ujar Sukamto. (adi/fen) Editor : Fendy Hermansyah