Proses pemotongan cincin memakan waktu hampir 2 jam. Pemotongan harus dilakukan dari dua sisi lantaran cincin sama sekali tak bisa digerakkan. Bahkan, cincin warna emas berbahan monel itu menjepit jari manis korban hingga membuat bengkak.
Rizky menceritakan, cincin yang melingkar di jari manisnya itu tersangkut usai tangannya masuk ke mesin printing. Kejadian tersebut dialaminya saat hendak membersihkan sisa kertas di mesin press sekitar pukul 11.00. Rizky bekerja di pabrik percetakan dan pengemasan kertas yang beralamat di Jalan Raya Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging.
"Mungkin karena saya yang teledor, mengantuk jadi jari saya masuk ke mesin. Untung pakai cinci ini jadi mesinnya langsung berhenti," ungkapnya. Akibat kejadian tersebut, jarinya mengalami luka memar.
Tekanan mesin press juga membuat cincin menjepit jari hingga tak bisa dilepas. Usai mengalami kecelakaan kerja, Rizky menjalani rongen di RS Kartini. Dokter menyarankan agar cincin dilepas paksa karena menghambat peredaran darah di jari.
Sebelum memutuskan datang ke damkar sekitar pukul 14.00, Rizky yang ditemani tantenya Wahyu Lutfi telah mendatangi dan toko emas dengan maksud untuk melepaskan cincin. "Di toko emas dicoba pakai tang, tapi malah patah alatnya," tutur Wahyu.
Pihak rumah sakit juga tak memiliki alat untuk melakukan operasi pemotongan cincin sehingga dirinya membawa si keponakan ke kantor damkar pos Jabon.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Mojokerto Pos Jabon Sukamto menjelaskan, korban datang dengan kondisi tangan sudah bengkak. Pihaknya sampai mengeluarkan dua alat gerinda untuk memotong cincin karena bahannya yang tebal dan keras. "Karena kondisi cincin yang sangat tebal, evakuasi kami lakukan dua kali proses pemotongan. Pertama kami potong satu sisi sampai putus dan sisi lainnya sebagian, lalu kita lakukan perenggangan dengan tang," bebernya. (adi) Editor : Fendy Hermansyah