PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto - Tiga kecelakaan rem blong terjadi di jalur tengkorak Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet, kemarin (26/4). Kejadian yang berlangsung hanya dalam dua jam ini mengakibatkan delapan korban luka. Mereka merupakan wisatawan asal Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo.
Rekaman CCTV memperlihatkan, kejadian pertama berlangsung pukul 12.19. Dua pemotor berboncengan Honda Vario nopol W 3604 JJ terjun ke jalur penyelamat Gotean lantaran mengalami rem blong. Keduanya meluncur kencang di jalan menurun dari arah Cangar sebelum akhirnya menghantam dinding sekam.
Kecelakaan ini membuat dua wisatawan asal Dukuh, Gresik, itu mengalami luka-luka. ’’Keduanya terluka ringan dan diberi penanganan di tempat. Sedangkan motornya rusak di bagian depan karena benturan,’’ ujar anggota Welirang Community Rescue Made Zakaria.
Tak berselang lama dari peristiwa tersebut, kecelakaan kembali terjadi di jalur penyelamat Gotean pukul 12.25. Satu keluarga terdiri dari ibu dan tiga anaknya yang berboncengan menggunakan motor Honda Vario nopol W 6349 XD asal Medaeng Kulon, Sidoarjo, mengalami rem blong. Akibat kejadian ini, keempatnya terluka ringan.
Setelah mendapat penanganan medis dan motonya diperbaiki, korban kembali melanjutkan perjalanan. Kecelakaan ini mereka alami saat perjalanan pulang usai berwisata. Sekitar pukul 14.05, kecelakaan akibat rem blong lagi-lagi terjadi. Motor Honda Beat nopol S 2810 JBE yang dikendarai dua wisatawan asal Lamongan menghantam pengaman jalan di kawasan depan Warung Madjoe Mapan. ’’Korban luka ringan,’’ terangnya.
Tiga kecelakaan akibat rem blong yang berlangsung hanya dalam waktu kurang 2 jam ini memantik reaksi pihak pengelola jalan. Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim wilayah Mojokerto Yoyok Kristyowahono mengimbau pengguna jalan yang melintas di jalur ekstrem Pacet-Cangar wajib ekstra hati-hati. Dia meminta pemotor, khususnya jenis matic agar minimal dua kali beristirahat.
’’Karena kecelakaan rem blong ini terjadi karena pengguna jalan tidak kenal medan dan memaksakan berkendara terus tanpa mendinginkan kendaraan,’’ ungkapnya. Upaya preventif untuk meminimalkan potensi kecelakaan juga dilakukan dengan memasang rambu peringatan di sepanjang jalan. Di samping itu, selama ini relawan dan petugas juga aktif berjaga di titik-titik tertentu untuk mengarahkan wisatawan agar menepi. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah