Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Mojokerto Terbentur Status Administrasi Lokasi Tanggul Jebol

Fendy Hermansyah • Senin, 20 Februari 2023 | 13:49 WIB
LANGGANAN: Banjir luapan sungai Lamong merendam 40 rumah warga di Dusun Brak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, kemarin pagi. (Sofan Kurniawan/JPRM)
LANGGANAN: Banjir luapan sungai Lamong merendam 40 rumah warga di Dusun Brak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, kemarin pagi. (Sofan Kurniawan/JPRM)
Penyebab Banjir di Dawarblandong

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Dusun Brak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong masih terus dibayangi banjir langganan akibat luapan Kali Lamong selama musim penghujan tiba. Pasalnya, jebolnya tanggul yang diakibatkan derasnya arus sungai Lamong itu belum bisa dibenahi Pemkab Mojokerto dalam waktu dekat. Status administrasi yang berada di wilayah Kabupaten Gresik menjadi kendala pemda dalam penanganan banjir kali ini.

Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengaku, sudah mengecek kondisi dusun yang terdampak banjir luapan. Dari tiga dusun di tiga desa di kecamatan Dawarblandong, hanya Dusun Brak yang belum bisa diatasi dengan penanganan darurat. Baik berupa pembuatan tanggul sementara maupun pemberian pompa penyedot air. Khususnya penambalan tanggul yang menjadi penyebab air melupa hingga menggenangi 40 rumah di dusun paling ujung utara Kabupaten Mojokerto itu.

Rinaldi mengaku, tanggul kali Lamong yang jebol ternyata berada di wilayah administrasi Kabupaten Gresik. Meski di sisi utaranya didiami ratusan warga Kabupaten Mojokerto, hal itu belum mampu melegalkan pemda dalam mengucurkan anggaran pembuatan tanggul.

’’Dusun Brak memang unik. Jadi, wilayah tanggul kali lamong yang berada di selatannya dusun. Ternyata wilayahnya ikut Kabupaten Gresik. Kami pun tidak bisa merealisasikan anggaran pembuatan tanggul yang secara administrasi bukan di wilayah Kabupaten Mojokerto,’’ tuturnya.

Pun demikian pula jika diselesaikan dengan pompa penyedot air. Hal itu bukan sebagai solusi ketika tanggul masih jebol. Sehingga air tetap saja akan mengalir kembali ke permukiman warga. ’’Sama saja bohong, air yang disedot lalu dibuang ke sungai, tapi airnya pasti kembali ke perkampungan warga lagi lewat tanggul yang kritis,’’ tandasnya.

Sementara banjir di Dusun Klanting, Desa Pulorejo dan Dusun Balong, Desa Banyulegi, Rinaldi mengaku sudah bisa dituntaskan. Selain sungai sudah dibangun tanggul, pemda juga menyiagakan pompa air. Sehingga air yang meluap dari anak sungai Lamong bisa dikembalikan ke sungai.

’’Untuk di Dusun Balong, genangan air akibat curah hujan tinggi sudah diatasi dengan pompa air. Sementara di Dusun Klanting yang disebabkan luapan dari anak sungai Lamong, nanti akan kami normalisasi,’’ tambahnya.

Hingga tadi malam, banjir tiga dusun di tiga Desa berbeda Kecamatan Dawarblandong terpantau sudah surut. Khususnya di Dusun Brak, meski sempat masuk ke rumah-rumah warga sejak Minggu (19/2) dini hari, namun air berangsur-angsur surut. Hingga pukul 11.00 siang kemarin, air yang menggenang sudah kembali ke sungai Lamong yang debit airnya deras akibat curah hujan tinggi. (far/ron)


Editor : Fendy Hermansyah
#tanggul jebol #tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #mojokerto kota #kota onde-onde #mojokerto banjir #pacet mojokerto #tanggul kali lamong #trawas #pacet #kerajaan majapahit #wisata mojokerto #kali banjir #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #Banjir dawarblandong #mojokerto #banjir Kali Lamong #soekarno #trowulan #banjir mojokerto #onde-onde