”Sejak malam tadi (Kamis, Red) airnya tinggi, ini mulai surut,” kata Ririn warga Jotangan. ”Tahun 2018 lalu juga pernah banjir seperti ini,” imbuhnya. Tinggi air yang mulanya 1 meter, saat ini mulai surut hingga 50 sentimeter. Namun, sebagian warga masih tetap tinggal dan memilih bertahan di dalam rumah.
Para relawan sejak malam kemarin mulai siaga di sekitar Desa Jotangan. Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika air semakin meluap ke rumah warga. Banyak anak-anak yang memilih tidak masuk sekolah karena akses jalan yang digenangi air.
”Kalau sudah banjir seperti ini ya tidak bisa beraktivitas,” tutur Diki, 27, pemuda setempat. Saat ini bantuan yang dibutuhkan warga berupa sembako dan makanan siap saji. Akses jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan menyebabkan kalangan ibu-ibu kesulitan untuk membeli bahan makanan.
Melihat banjir yang menyebabkan aktivitas warga terganggu, BPBD Jawa Timur langsung memantau lokasi yang terdampak. ”Kami dari BPBD Jawa Timur memantau langsung kondisi warga Desa Jotangan, khususnya Dusun Gembongan ini,” tandas Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto di lokasi. Tak hanya memantau kondisi warga, pihak BPBD Jawa Timur juga memberikan bantuan berupa 300 kuintal beras, 50 karton mi instan, dan 150 paket sembako.
Sudah ada perahu darurat yang digunakan warga untuk transportasi. Nantinya ada tambahan perahu sebanyak dua dan ada kemungkinanan penambahan perahu jika dibutuhkan, guna memudahkan penyaluran logistik ke masyarakat. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan masyarakat juga mulai didirikan.
”Fasilitas tenda kesehatan dan dapur umum telah disiapkan, untuk tenda pengungsian saat ini belum begitu dibutuhkan,” tambah Gatot. Selain memberikan bantuan dan fasilitas pada masyarakat, BPBD Jawa Timur mengupayakan perbaikan tanggul yang jebol. Hal tersebut akan direalisasikan namun menunggu arus sungai hingga normal. ”Terdapat pompa air guna menyedot genangan air yang masih merendam rumah warga,” papar Kepala Dusun Gembongan, Nurul Kholis.
Pompa ini dihidupkan pukul 04.00 sampai 12.15, lanjut dinyalakan kembali pukul 13.30. ”Nanti akan ada tambahan satu pompa air lagi guna mempercepat surutnya banjir ini,” tambahnya. Tak hanya bantuan sembako, warga terdampak banjir saat ini membutuhkan air bersih. Kholis masih mengupayakan agar mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah setempat. (pontas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah