Api diketahui pertama kali berasal dari rumah Kariyadi sekitar pukul 14.00. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari atas rumah, tepatnya di instalasi listrik bagian belakang. ’’Saat itu saya nongkrong di samping rumah. Terus ada yang meledak dari atas kemudian muncul api,’’ ujar Sujono, 52, salah satu penghuni rumah.
Secepat kilat, api menyambar seisi rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut. Bahkan, cukup setengah jam, api berkobar hebat hingga menyambar rumah di sisi barat yang dihuni keluarga Subakar, 66. Dua bangunan rumah pun langsung luluh lantak dimakan si jago merah. Beruntung, semua anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri.
Sujono dan Patmi berhasil keluar dari rumah. Pun demikian istri Kariyadi, Murni dan ibunya. Kartini berhasil keluar rumah saat api melalap seisi bangunan. ’’Dengar ledakan dan api, semua anggota langsung keluar rumah. Apinya langsung membesar,’’ tambah pria yang bekerja sebagai montir tersebut. Sujono mengaku rumah tinggalnya dihuni dua keluarga yang dipartisi menjadi dua bagian.
Rumah induk ditempati kerabatnya, Kariyadi bersama istri dan ibunya. Sementara sisi samping ditempati Sujono sendiri bersama istri. Saat kejadian, Kariyadi sedang bekerja di Surabaya, sementara Bakar tengah ke sawah. ’’Saat itu saya sedang pusing terus keluar rumah untuk menenangkan diri. Tapi ternyata malah rumah saya terbakar,’’ tuturnya.
Dua unit PMK sempat diterjunkan untuk memadamkan api. Akan tetapi, api sudah terlanjur besar sehingga tak satu pun barang berharga yang bisa diselamatkan. Diperkirakan, kerugian materiil yang disebabkan dari kebakaran tersebut mencapai Rp 250 juta.
Pukul 15.30 api sudah berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran ditambah dengan hujan yang turun. ’’Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan Rp 250 juta,’’ pungkas Kapolsek Jetis, Kompol Sumaryanto. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah