Dugaan aksi pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 21.30. Sekelompok pemuda dengan mengendarai motor memadati lapangan yang berada di seberang Balai Desa Tambakagung tersebut. ’’Banyak yang bawa motor, wara-wiri, bleyer-bleyer di lapangan situ. Mungkin ada lebih dari 20 orang,’’ terang Suwandi, warga setempat.
Padahal, malam itu tidak ada kegiatan masyarakat maupun pentas seni yang digelar di lapangan desa tersebut. Sejumlah kelompok pemuda yang belum diketahui pasti identitasnya itu lantas berkumpul di sisi selatan lapangan. ’’Nggak ada pentas, mungkin mabuk-mabukan atau gimana kurang tahu. Kalau bawa senjata tajam, kurang tahu pasti. Sepertinya tidak,’’ tambahnya.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, seorang anak sekaligus pelajar SMP yang merupakan warga setempat jadi korban aksi kekerasan. Korban mengalami luka di bagian wajahnya. Diduga, aksi pengeroyokan terjadi saat berkumpul di sudut lapangan tersebut. Kanit Reskrim Polsek Puri Ipda Suparno membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP). Beruntung, aksi kekerasan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Malam itu juga, petugas mengamankan salah satu pihak. ’’Korban kami amankan sekaligus kami mintai keterangan. Sedangkan, satunya (kelompok lawan) sudah lari (sebelum petugas tiba di lokasi),’’ ungkapnya, kemarin.
Suparno menjelaskan, peristiwa yang terjadi malam itu menjurus pada perkelahian anak yang dipicu persoalan pribadi. Korban dan pelaku merupakan pelajar SMP. Sehingga kepolisian bakal melakukan penanganan melalui proses mediasi kedua pihak yang bersangkutan. ’’Bukan tawuran atau (gangster) apa, sejauh ini perkelahian biasa. Pihak korban dan satunya pelajar dari sekolah yang berbeda. Nanti Senin (16/1) kami akan panggil kedua pihak dan sekolahnya. Karena melibatkan anak, kami upayakan penyelesaian melalui pembinaan,’’ tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah