Penangkapan buaya berlangsung Selasa (18/10) malam. Binatang reptil itu tak sengaja ditemukan Musrifin, 60, warga setempat. Ketika melintas di jalan sekitar pukul 19.00, dia melihat buaya tersebut berada di selokan yang arusnya deras.
"Awalnya saya kira nyambik. Terus saya panggil orang-orang. Pas didekati muncul moncongnya ternyata buaya. Saya langsung kaget," ceritanya, ditemui Jumat (21/10). Musrifin baru menyadari binatang yang hanyut di selokan itu merupakan seekor buaya dari bentuk moncongnya yang panjang.
Warga yang sudah berkumpul kemudian berusaha menangkap buaya. Di samping kegesitannya, arus selokan yang sedang deras akibat guyuran hujan membuat proses penangkapan buaya cukup sulit. "Masih gerimis juga waktu itu. Buayanya ikut hanyut terus muncul, hanyut lagi begitu," tuturnya.
Sekitar pukul 23.00, buaya tersebut akhirnya berhasil ditangkap warga dengan tangan kosong. Buaya sepanjang 120 sentimeter itu kemudian diamankan ke rumah Muhammad Purwanto, 32, warga setempat.
Hingga Jumat (21/10) siang, buaya tersebut masih dirawat dalam akuarium. Selama empat hari buaya tidak makan. "Dikasih lele tidak mau. Baru tadi mulutnya dikasih lakban," kata Purwanto. "Rencananya mau dijual kalau ada yang beli," imbuhnya.
Kemunculan buaya di tengah permukiman kota ini sempat membuat takut warga. Kendati tak ada warga yang dilukai, mereka resah karena buaya ini berukuran cukup besar. Beratnya diperkirakan mencapai tiga kilogram. "Apalagi di sini banyak anak kecil. Kami khawatir," tutur Musrifin. (adi/fen) Editor : Fendy Hermansyah