Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perahu Tambang Hanyut Satu Kilometer

Fendy Hermansyah • Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:15 WIB
TANPA PELAMPUNG: Jasa perahu penyeberangan di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mengangkut pemotor menyeberangi Sungai Brantas, kemarin (18/10).
TANPA PELAMPUNG: Jasa perahu penyeberangan di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mengangkut pemotor menyeberangi Sungai Brantas, kemarin (18/10).
BPBD Waspadai Peningkatan Debit Sungai Brantas

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sebuah perahu tambang terdampar di tepi Sungai Brantas, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Selasa (18/10) siang. Perahu asal Desa Keboan, Ngusikan, Jombang, itu hanyut sejauh satu kilometer akibat dihantam sampah bambu yang terseret arus Sungai Brantas.

Hujan deras yang rutin terjadi belakang telah memicu peningkatan debit aliran Sungai Brantas. Menurut warga, arus sungai yang melintas di Desa Betro sempat naik hingga satu meter. ’’Tadi pagi naik, sekarang sudah mulai surut lagi,’’ kata Syaifudin, petugas penambang perahu di penyeberengan sungai Desa Betro, kemarin siang.

Peningkatan debit air tak membuat aktivitas perahu tambang atau penyeberangan berhenti. Tiga penyeberangan di perbatasan Mojokerto-Jombang ini tetap beroperasi normal. Hanya saja, demi keamanan, perahu kini dilengkapi dengan seling. ’’Kalau sungainya sedang banjir memang pakai seling, untuk jaga-jaga supaya aman,’’ tuturnya.

Kemarin, aktivitas penyeberangan sempat terhenti. Penyebabnya bukan karena banjir, melainkan adanya insiden sebuah perahu tambang asal Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, yang hanyut. Perahu itu terseret arus bersama gunungan sampah batang bambu. ’’Mesinnya mati dan selingnya putus karena tersangkut barongan itu, jadi hanyut,’’ kata dia.

Menurutnya, perahu nahas itu terseret sejauh kurang lebih satu kilometer. Perahu yang hanya ditumpangi seorang awak ini baru berhenti setelah menghantam perahu penyeberangan di Desa Betro. ’’Seling perahu yang ditabrak sampai putus. Sama-sama tidak ada penumpangnya,’’ imbuhnya.

Beruntung, kejadian ini tak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 tersebut sempat membuat para awak perahu penyeberangan panik. Mereka berusaha menghalau perahu dari tumpukan sampah hingga akhirnya bisa ditepikan. Hingga pukul 14.30, proses perbaikan mesin perahu masih berlangsung. ’’Yang paling bahaya memang kalau ada sampah itu soalnya bisa merusak baling-baling mesin,’’ jelasnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengingatkan pemilik perahu tambang mewaspadai peningkatan arus Sungai Brantas. Pasalnya, derasnya arus sungai dinilai berbahaya bagi aktivitas penyeberangan. ’’Antisipasi dengan penggunaan seling dan mengurangi jumlah penumpang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko,’’ katanya. Saat arus deras, petugas kepolisian juga rutin beraptroli ke lokasi penyeberangan untuk mengimbau operator perahu tambang. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#tambang #Ekstrem #brantas #cuaca #bpbd #sungai